Media Indonesia Soroti Agresi AS ke Suriah
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i55072-media_indonesia_soroti_agresi_as_ke_suriah
Serangan udara AS bersama Inggris dan Perancis ke Suriah menjadi perhatian media massa Indonesia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 15, 2018 06:28 Asia/Jakarta
  • Serangan udara AS ke Suriah
    Serangan udara AS ke Suriah

Serangan udara AS bersama Inggris dan Perancis ke Suriah menjadi perhatian media massa Indonesia.

Situs Antara dan Kompas menurunkan berita mengenai keprihatinan pemerintah Indonesia terhadap serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta, dalam pernyataan pers hari Sabtu menyatakan bahwa Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Suriah.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/4/2018) mengungkapkan bahwa Minggu lalu, Indonesia menyampaikan kecaman keras penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak manapun.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi

 

Retno mengatakan, Indonesia menegaskan kepada semuah pihak untuk menghormati Piagam PBB tentang keamanan dan perdamaian internasional.

Indonesia juga meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sipil, terutama wanita dan anak-anak yang harus diprioritaskan.

"Indonesia mendorong penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai," tegasnya.

Sementara itu, Situs Republika menurunkan berita mengenai sikap MUI yang mengutuk serangan Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi mengatakan serangan udara Amerika Serikat (AS) ke Suriah dibantu sekutu terdekatnya Inggris dan Prancis, sebagai tindakan sewenang-wenang. MUI mengutuk keras serangan tersebut.

"Tuduhan terhadap Suriah yang menggunakan senjata kimia kepada oposisi dan warga sipil belum dibuktikan oleh tim independen yang dikomandoi oleh Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW)," kata KH Muhyiddin seperti dilansir Republika hari Sabtu (14/4).

Menurut KH Muhyiddin, serangan udara yang dilakukan Amerika tidak mendapatkan persetujuan dari kongres AS, dan juga tidak dikonsultasikan dengan dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini bukti nyata bahwa PBB tidak dihormati oleh Amerika.

Ia menyampaikan, banyak yang menilai bahwa serangan yang dilakukan Amerika hanya untuk mengalihkan publik opini internasional atas kekalahan oposisi dan pemberontak yang didukung Amerika serta sekutunya. Senjata kimia dijadikan sebagai alasan untuk penyerangan sepihak seperti serangan ke Irak.

"Serangan seperti itu tak akan dilakukan kepada Israel yang telah melakukan genosida dan pembersihan etnis di Palestina," ujarnya.

KH Muhyiddin menegaskan, MUI mengutuk keras serangan sepihak yang dilakukan Amerika. MUI meminta PBB agar segera bertindak tegas atas pelanggaran hukum international yang dilakukan Amerika.

Perhatian terhadap agresi militer AS dan dua negara Eropa terhadap Suriah juga datang dari kalangan akademisi Indonesia. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengusulkan supaya pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk secepatnya mengadakan sidang darurat guna membahas permasalahan serangan pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Suriah.

"Serangan yang dilakukan oleh AS Inggris dan Perancis terhadap Suriah sangat disayangkan karena tidak adanya mandat dari Dewan Keamanan PBB. Apapun alasannya," ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, Pemerintah Indonesia harus meminta negara-negara sekutu AS untuk menahan diri agar serangan ke Suriah tidak meningkat menjadi perang panas antar-negara.

Situs Republika menampilkan pandangan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei yang mengatakan bahwa serangan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat, Perancis dan Inggris pada Sabtu sebagai kejahatan ,dan tidak akan mencapai keuntungan apa pun.

"Serangan fajar hari ini terhadap Suriah adalah kejahatan. Saya dengan tegas menyatakan Presiden AS, Presiden Perancis dan Perdana Menteri Inggris adalah penjahat," kata Ayatullah Khamenei.

"Mereka tidak akan mendapat manfaat saat mereka pergi ke Irak, Suriah dan Afghanistan dalam beberapa tahun belakangan dan melakukan kejahatan seperti itu serta tidak akan memperoleh keuntungan apa pun," tegasnya.

Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan mengatakan, "Rakyat Suriah pasti akan menjawab serangan itu dan piblik dunia harus mengutuk serangan itu,"

Yadollah Javani, wakil kepala IRGC untuk urusan politik kepada kantor berita Fars mengungkapkan bahwa Iran menentang penggunaan senjata kimia atas dasar standar agama, hukum dan etika, sementara pada saat yang sama sangat mengutuk penggunaannya sebagai alasan untuk melakukan agresi terhadap negara berdaulat.(Antara/Republika/Kompas/PH)