Persiapan Menyambut Asian Games 2018
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i55788-persiapan_menyambut_asian_games_2018
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, pembangunan dan renovasi venue cabang olahraga untuk Asian Games 2018 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, Kalla mengingatkan soal target.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 27, 2018 13:27 Asia/Jakarta
  • Asian Games akan diselenggarakan pada 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.
    Asian Games akan diselenggarakan pada 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, pembangunan dan renovasi venue cabang olahraga untuk Asian Games 2018 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, Kalla mengingatkan soal target.

"Batasan dari semua venue ini Juni harus selesai," ujar Kalla usai meninjau venue olahraga layar di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (27/4/2018).

Kalla bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau beberapa venue Asian Games di Bekasi dan Jakarta.

Venue tersebut, yakni Stadion Patriot Chandabaga Bekasi, velodrome di Rawamangun, venue cabang olahraga jetski dan venue cabang olahraga layar di Ancol, Jakarta Utara. Dari hasil peninjauan itu, Kalla mengatakan, progres pembangunan atau renovasi venue-venue tersebut cukup menjanjikan.

Ia yakin semua venue tersebut akan rampung sesuai target. "Ini seperti ini, dua tiga bulan, ya sedikit lagi (selesai). Juli ada tes event. Sama seperti cabor yang lain, begitu selesai mengundang untuk tes event," kata Wapres.

Dalam peninjauan ke beberapa venue, Kalla didampingi oleh beberapa pejabat diantaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto.

Penyelenggaraan Asian Games yang awalnya akan diadakan pada tahun 2019, kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga akan diselenggarakan pada tahun tersebut.

Acara multi event olahraga regional Asia ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di dua tempat yaitu; Jakarta dan Palembang.

Gelaran akbar pesta olahraga se-Asia ini memang baru akan dihelat pada pertengahan Agustus mendatang. Namun Indonesia sebagai tuan rumah terus mematangkan segala persiapan.

Salah satunya terkiat dengan obor Asian Games. Rencananya, obor Asian Games akan dibawa melewati 51 daerah atau jalur di seluruh Indonesia. Banyaknya daerah yang dilalui bukan tanpa alasan.

Presiden dan Wapres RI.

“Kami berharap momen Asian Games ini sekaligus juga meningkatkan ekonomi, pariwisata dan tentu saja menjalin kerja sama di bidang olahraga,” ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pada satu kesempatan.

Api obor tersebut akan dibawa ke Indonesia pada 15 Juli 2018. Kota yang pertama akan kedatangan abor Asian Games adalah Yogyakarta. Setelah melewati 51 daerah, obor Asian Games akan tiba di Istana Negara pada 17 Agustus 2018.

Rencananya, obor tersebut akan terlebih dahulu diserahkan kepada Presiden Jokowi sebelum dibawa ke Stadion Gelora Bung Karno untuk upacara pembukaan.

Sementara itu, Kementerian PPN atau Bappenas memperkirakan penyelenggaraan Asian Games akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut dihitung dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional yang diperkirakan mencapai Rp 45 triliun.

Berdasarkan data Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc), dampak langsung pengeluaran peserta dari pelaksanaan Asian Games dapat mencapai Rp 3,6 triliun. Angka tersebut terdiri dari pengeluaran di Jakarta sebesar Rp 2,5 triliun dan Rp 1,1 triliun di Palembang.

"Event Asian Games dari data Inasgoc dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games mencapai Rp 3,6 triliun. Dengan rincian pengeluaran sebesar Rp 2,5 triliun di Jakarta dan Palembang Rp 1,1 trilun," kata Menteri PPN atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro pada 26 April lalu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan angka tersebut didorong dari pengeluaran akomodasi sebesar Rp 1,3 triliun, transportasi Rp 640 miliar, makanan dan minuman Rp 628 miliar, dan belanja mencapai Rp 560 miliar serta hiburan Rp 280 miliar.

Kemudian, biaya konstruksi diperkirakan mencapai Rp 34 triliun. Sedangkan biaya operasional mencapai Rp Rp 7,2 triliun sehingga total penyelenggaraan mencapai Rp 45 triliun.

"Dengan demikian, total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018 dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasioanl terhitung dari 2015 sampai 2018 mencapai Rp 45 triliun," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkirakan akan ada 10 ribu atlet dari 45 negara yang hadir beserta 5 ribu official dengan 2 juta penonton. Kemudian melibatkan 13 ribu sukarelawan dan mampu mendatangkan 200 ribu wisatawan mancanegara. (Kompas/Detik)