Tantangan Pilpres dan Pileg Indonesia 2019
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i62232-tantangan_pilpres_dan_pileg_indonesia_2019
Masa kampanye pemilu presiden dan legislatif yang dimulai sejak kemarin menimbulkan kemeriahan iklim politik Indonesia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 24, 2018 13:38 Asia/Jakarta
  • Piplres dan pileg
    Piplres dan pileg

Masa kampanye pemilu presiden dan legislatif yang dimulai sejak kemarin menimbulkan kemeriahan iklim politik Indonesia.

KPU menyatakan, kampanye kedua pemilu penting ini secara resmi dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah resmi ditetapkan KPU melalui rapat pleno pada Kamis (20/9/2018).

"Hasil rapat menetapkan bahwa 2 calon yang mendaftarkan ke KPU, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dinyatakan memenuhi syarat," ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Ekonom Indonesia, Fauzi Ichsan mengatakan, kebanyakan warga Indonesia mengkhawatirkan kembalinya negara ini ke era tidak stabil. Mereka berharap pejabat negara mendatang bisa mengatasi masalah kemiskinan dan peningkatan taraf hidup msyarakat.

Negara dengan penduduk sekitar 260 juta jiwa ini sedang tumbuh menjadi kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara.

Jokowi dan Prabowo

 

Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi penting yang akan diperhitungkan di kancah dunia.

Bank dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 5,2% tahun ini, dan 2019. Situs Kontan melaporkan, laju ekonomi tetap berlangsung sampai tahun berikutnya, karena permintaan dalam negeri akan meningkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Berdasarkan perkiraan tahun 2018 sampai tahun 2019 akan ada kinerja yang lebih baik, mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi 5,2 %, kita perlu mempertahankan itu untuk tahun ini dan tahun depan,” kata Frederico is the World Bank's Lead Country Economist for Indonesia, di Energy Bulding, Jakarta Pusat, Kamis (20/9), dilansir situs Kontan.

Presiden Indonesia, Joko Widodo

Meskipun menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah akibat perang dagang antara Cina dan AS, tapi berbagai kalangan memandang secara optimis kemajuan Indonesia di era pemerintah Joko Widodo yang sedang giat membangun infrastruktur.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia menghadapi tantangan serius dalam masalah radikalisme dan terorisme, terutama setelah ratusan orang anggota miliis teroris Daesh yang beroperasi di daerah konflik Irak dan Suriah kembali ke Indonesia.

Rangkaian aksi  pemboman, termasuk yang terjadi di Surabaya dan Riau belum lama ini, menjadi indikasi ancaman serius terhadap keamanan dalam negeri Indonesia.

Kini, ekonomi dan keamanan menjadi dua agenda besar bagi dua kubu yang bersaing dalam pemilu presiden mendatang. Meskipun Jokowi telah menorehkan sejumlah keberhasilan, tapi tidak mudah bagi mantan gubernur DKI ini untuk kembali menjadi presiden Indonesia kedua kalinya.

Tingginya penggunaan media sosial di Indonesia menjadi faktor lain yang akan menentukan siapa pemenang pemilu presiden dan legislatif tahun depan. Besarnya angkatan muda juga harus menjadi pertimbangan bagi kedua calon presiden tersebut untuk menentukan strategi apa yang paling efektif dalam meraup dukungan mereka.

Di luar itu, isu agama tampaknya akan tetap muncul membayangi kampanye piplres dan pileg di negara mayoritas berpenduduk Muslim terbesar di dunia itu.(PH)