ADB: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Gejolak Internasional
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i62297-adb_fundamental_ekonomi_indonesia_kuat_hadapi_gejolak_internasional
Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam laporan terbarunya menyatakan fundamental yang kuat dapat menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 dan 2019 dari berbagai tantangan global.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 26, 2018 08:56 Asia/Jakarta
  • ADB
    ADB

Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam laporan terbarunya menyatakan fundamental yang kuat dapat menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 dan 2019 dari berbagai tantangan global.

"Meski lingkungan global cukup berat, perekonomian Indonesia diproyeksikan masih tumbuh dengan baik tahun ini dan tahun depan," kata Kepala Perwakilan ADB di Indonesia, Winfried Wicklein, dalam jumpa pers publikasi Asian Development Outlook di Jakarta, Rabu dilansir Antara hari ini.

Menurut Wicklein, pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh inflasi yang masih terkendali karena posisi fiskal yang terkelola dengan baik dan sejumlah langkah kebijakan yang telah diambil untuk menjaga stabilitas.

Indonesia juga memiliki kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan defisit anggaran masih terjaga rendah dan rasio utang pemerintah terjaga pada kisaran 30 persen terhadap PDB.

Laporan ini juga mengingatkan pentingnya kebijakan efektif untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas untuk mengatasi ketidakpastian global akibat ketegangan perdagangan internasional dan pengetatan moneter di AS.

ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 mencapai 5,2 persen dan pada 2019 sebesar 5,3 persen.

Bursa efek Jakarta

Pengeluaran dari sisi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh stabil, karena adanya kenaikan pendapatan yang didukung oleh pertumbuhan lapangan kerja dan pengeluaran dari pemilihan umum yang membantu terjadinya konsumsi.

Konsumsi rumah tangga ini juga terbantu oleh stabilitas harga, dengan perkiraan tingkat inflasi nasional rata-rata mencapai 3,4 persen pada 2018 dan 3,5 persen pada 2019.

Selain itu, investasi dari sektor swasta meningkat seiring dengan perbaikan lingkungan usaha, diantaranya pembenahan sarana infrastruktur, peningkatan logistik maupun penyederhanaan peraturan melalui sistem layanan terintegrasi.

Belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur juga diyakini masih bertahan pada 2018 dan 2019, dengan beberapa proyek besar dijadwalkan segera selesai.

ADB ikut memperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2018 dan 2019 masing-masing tercatat pada kisaran 2,6 persen terhadap PDB, karena dukungan sektor investasi yang kuat dan laju pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, proyeksi ADB ini lebih kecil dari prediksi sebelumnya sebesar 5,3% pada tahun 2018 dan 2019. (Antara/Kontan/PH)