Kedubes Saudi di Jakarta Didemo Aktivis HAM
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i63724-kedubes_saudi_di_jakarta_didemo_aktivis_ham
Aksi demonstrasi menentang eksekusi mati tenaga kerja Indonesia, Tuti Tursilawati, digelar di Kedutaan Arab Saudi hari ini, Jumat (2/11).
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 02, 2018 13:49 Asia/Jakarta
  • Aksi protes di depan Kedutaan Arab saudi di Jakarta
    Aksi protes di depan Kedutaan Arab saudi di Jakarta

Aksi demonstrasi menentang eksekusi mati tenaga kerja Indonesia, Tuti Tursilawati, digelar di Kedutaan Arab Saudi hari ini, Jumat (2/11).

Para pengunjuk rasa membentangkan pita bertuliskan 'kedutaan ini disegel' sebagai bentuk protes terhadap langkah yang diambil pemerintah Arab Saudi menghukum mati seorang TKW beberapa hari lalu yang dilakukan tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

Situs CNN Indonesia hari Jumat melaporkan, pita berwarna dasar kuning dan bergaris hitam itu dibentangkan di luar pagar Kedutaan Besar Arab Saudi.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa juga menuntut supaya pemerintah Arab Saudi bertindak adil. Mereka juga menyinggung supaya pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi dihukum setimpal.

Pita segel dibentangkan para pengunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, sebagai protes terhadap eksekusi mati seorang TKI, Tuti Tursilawati.

Para aktivis ini melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi yang berada di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel bahwa Arab Saudi bukan hanya pembunuh tetapi juga tak memiliki rasa kemanusiaan. Mereka juga menuntut supaya pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi juga dihukum mati.

Protes terhadap pembunuhan Khashoggi di negara lain

"Kita berhak marah, semua elemen masyarakat berhak marah terhadap Arab Saudi. Ini [eksekusi mati] bukan pertama kali diterima buruh migran Indonesia," kata aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Putri Kanesia.

Sikap senada juga diungkapkan Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah. Anis menyatakan pemerintah Arab Saudi tak hanya pembunuh, tapi juga tak manusiawi.

Kementerian Luar Negeri Indonesia Rabu (31/10) memanggil duta besar Arab Saudi untuk negara ini sebagai protes atas eksekusi mati seorang tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Arab Saudi Adel al-Jubeir menyampaikan protes kerasnya atas langkah Riyadh mengeksekusi Tuti Tursilawati, pekerja migran asal Majalengka.

Menlu Indonesia, Retno Marsudi

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengecam keras eksekusi mati tersebut.

"Tidak adanya notifikasi dan juga pemberitahuan resmi kepada pihak Perwakilan RI di Arab Saudi merupakan persoalan yang harus disikapi dengan tegas dan serius," kata Said Aqil di Jakarta, dilansir Antara.

Said Aqil berpendapat bahwa situasi tersebut menunjukkan kapada dunia internasional tentang adanya ketertutupan informasi terkait berbagai pelanggaran HAM.

Tidak transparan. Ada yang ditutup-tutupi. Inilah yang harus diungkap," kata doktor lulusan Universitas Ummul Quro, Mekkah, ini.

Said Aqil mengatakan Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah-langkah strategis-diplomasi guna melancarkan protes keras atas sikap Pemerintah Arab Saudi.

Said Aqil menilai sikap Arab Saudi dari dulu tetap tidak berubah secara signifikan dalam konteks penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional. (Antara/Kompas/CNNIndonesia/PH)