Perkembangan Hubungan Bilateral RI-Thailand
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i64990-perkembangan_hubungan_bilateral_ri_thailand
Duta Besar Thailand untuk Republik Indonesia Songphol Sukchan mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan Thailand terus berkembang dan meningkat di berbagai sektor. Indonesia dan Thailand samasama menjadi negara pendiri ASEAN, sebagaimana halnya dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 05, 2018 07:24 Asia/Jakarta
  • Dubes Thailand untuk RI Songphol Sukchan berpidato dalam perayaan Hari Nasional Kerajaan Thailand di Jakarta, Selasa (4/12/2018).
    Dubes Thailand untuk RI Songphol Sukchan berpidato dalam perayaan Hari Nasional Kerajaan Thailand di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Duta Besar Thailand untuk Republik Indonesia Songphol Sukchan mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan Thailand terus berkembang dan meningkat di berbagai sektor. Indonesia dan Thailand samasama menjadi negara pendiri ASEAN, sebagaimana halnya dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina.

"Pada 2017, perdagangan bilateral antar kedua negara melebihi 16 milyar, dengan peningkatan ekspor 11 persen. Ekspor Indonesia ke Thailand tumbuh hampir 20 persen," ujar Duta Besar Thailand untuk Indonesia Songphol Sukchan dalam perayaan Hari Nasional Kerajaan Thailand di Jakarta, Selasa seperti dikutip Antaranews.

 

Dia menambahkan, lebih dari 100 perusahaan Thailand berinvestasi di Indonesia. Selama 5 tahun terakhir, lanjut dia, sebanyak 10 perusahaan Thailand berinvestasi sekitar 8 milyar dolar Amerika Serikat di Indonesia serta mempekerjakan lebih dari 16.000 orang Indonesia.

 

"Tahun ini dari total 37 wisatawan yang mengunjungi Thailand kami memperkirakan 600 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Thailand," ujarnya.

 

Songphol menuturkan Indonesia adalah tujuan terbesar kedua untuk mahasiswa Muslim Thailand dengan jumlah sekitar 2.000 orang belajar di berbagai kota di Indonesia. 

 

"Indonesia dan Thailand telah menikmati hubungan yang baik selama 68 tahun," ujar Songphol.

 

Menurutnya, persahabatan Indonesia dan Thailand telah dimulai sejak 1871 ketika Raja Rama V atau Raja Chulalongkorn dari Dinasti Chakri mengunjungi Jawa untuk pertama kali dan kali kedua pada 1897 serta kali ketiga pada 1901.

 

"Raja Rama IX melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1960. Pada 1986, Raja Rama X pernah ke Indonesia saat beliau masih menjadi putra mahkota," jelasnya.

 

Kedua negara baru saja mengadakan pertemuan Joint Commission ke-9 oleh dua menteri luar negeri. Setelah itu Perdana Menteri Thailand mengunjungi Bali untuk hadir di ASEAN Leaders' Gathering pada Oktober lalu.

 

Indonesia dan Thailand harus bekerja sama untuk mendorong agenda bilateral sampai potensi tertinggi, termasuk pertukaran politik pada tingkat tertinggi, investasi, perikanan, agroindustri, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.'

 

Kedua negara juga harus memperjuangkan pembangunan berkelanjutan, termasuk lingkungan laut, perikanan berkelanjutan, lingkungan dan energi terbarukan," ujar Duta Besar Thailand untuk Indonesia Songphol Sukchan di Jakarta, Selasa.

 

Dubes Thailand mengatakan, Indonesia dan Thailand adalah dua ekonomi terbesar di ASEAN dan saling melengkapi. 

 

"Kita memiliki interaksi investasi dan perdagangan serta hubungan antar manusia yang tinggi dan masih dapat berkembang," kata Songphol.

 

Selain itu, lanjutnya, Thailand akan menjadi ketua ASEAN, sedangkan Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap di UNSC.

DubesThailand untuk RI Songphol Sukchan (kanan) dan Sekjen Kemendikbud RI Suhardi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi, mengatakan, Thailand adalah mitra dagang penting bagi Indonesia. 

 

"Pada 2017, total perdagangan antar kedua negara telah mencapai lebih dari 15 miliar dolar AS, meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya," tuturnya.

 

Menurut Didik, investasi antara kedua negara juga pada tingkat yang sangat memuaskan. 

 

"Tentu saja, ada banyak ruang untuk lebih meningkatkan hubungan ekonomi kita di masa depan," imbuhnya.

 

Didik menuturkan, di bidang sosial dan budaya, Indonesia serta Thailand telah menjalin kerja sama erat dalam sektor pendidikan.

 

"Pertukaran budaya antar kedua negara telah membuat orang Indonesia suka dengan sup tom yam, begitupun sebaliknya orang Thailand suka dengan gado-gado, nasi goreng dan sebagainya," pungkasnya. (Antaranews)