Indonesia Dorong Peran Aktif ASEAN di Kawasan Indo-Pasifik
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i66711-indonesia_dorong_peran_aktif_asean_di_kawasan_indo_pasifik
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mendorong peran lebih aktif ASEAN di kawasan Indo-Pasifik. Ia juga menegaskan penyelesaian konsep ASEAN mengenai arsitektur regional Indo-Pasifik sesuai dengan prinsip dan ruang lingkup kerja sama yang telah disampaikan Indonesia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 19, 2019 07:46 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Menlu ASEAN 2019 di Thailand
    Pertemuan Menlu ASEAN 2019 di Thailand

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mendorong peran lebih aktif ASEAN di kawasan Indo-Pasifik. Ia juga menegaskan penyelesaian konsep ASEAN mengenai arsitektur regional Indo-Pasifik sesuai dengan prinsip dan ruang lingkup kerja sama yang telah disampaikan Indonesia.

"Indonesia menyambut baik kontribusi dan masukan anggota ASEAN yang telah memperkaya konsep Indo-Pasifik ASEAN. Di tengah dinamika kawasan, konsep kerja sama Indo-Pasifik ASEAN akan mengukuhkan sentralitas ASEAN dalam berkontribusi bagi stabilitas dan kesejahteraan kawasan secara berkelanjutan," kata Retno Marsudi dalam pertemuan ASEAN Foreign Ministers Retreat (AMM Retreat) di Chiang Mai, Thailand pada Jumat (18/1), dikutip Antara hari Sabtu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2019 mengajak negara-negara anggota ASEAN dan mitranya untuk bersama Indonesia mengembangkan konsep kerja sama Indo-Pasifik.

Konsep kerja sama Indo-Pasifik versi Indonesia sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan East Asia Summit pada November 2018 di Singapura.

Jokowi menjelaskan bahwa Samudera Pasifik dan Samudera Hindia sebagai Single Geo-Strategic Theatre.

“Kita perlu menjaga agar Samudera Hindia - Samudera Pasifik tetap damai dan aman. Tidak dijadikan ajang perebutan sumber daya alam, pertikaian wilayah dan supremasi maritim dan sebagai pusat jalur perdagangan dunia,” tutur Presiden Jokowi, dilansir situs kantor staf Presiden (KSP) November lalu.

Dalam pandangan Presiden Jokowi, pengembangan kerja sama “Indo-Pasifik” penting menekankan pada beberapa prinsip, antara lain, kerja sama.

“Saya ulangi kerja sama, bukan rivalitas, inklusifitas, tranparansi dan keterbukaan,” tegas Presiden Jokowi.

Prinsip lainnya adalah penghormatan terhadap hukum internasional.

“Pengembangan kerja sama “Indo-Pasifik” ini tidak memerlukan pembentukan sebuah institusi baru,” tambahnya.

Pengembangan kerja sama “Indo-Pasifik” dilakukan melalui penebalan kerja sama antara negara peserta EAS, dan ke depan, penting untuk meningkatkan kerja sama dengan mitra lain di Samudera Hindia.

Sementara itu, kerja sama Indo-Pasifik dapat difokuskan pada tiga bidang yaitu kerja sama maritim termasuk dalam menanggulangi kejahatan di laut, kerja sama konektivitas untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kerja sama mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk pencapaian target SDGs secara inklusif.(PH)