Identifikasi Pelaku Pemboman Gereja Filipina, Indonesia Kirim Tim Khusus
-
Densus 88
Pemerintah Indonesia mengirimkan tim khusus ke Filipina untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral di Jolo yang diduga sebagai warga negara Indonesia.
Situs CNN Indonesia melaporkan, Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal mengatakan tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus 88, perwakilan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri.
"Hari ini, Polri (Densus 88 AT) bersama BIN, BNPT, dan Kemlu ke Filipina untuk identifikasi pelaku bom Filipina karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari Indonesia," ujar Iqbal dilansir CNN Indonesia hari Rabu (6/2).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menangggapi statemen pejabat tinggi Filipina yang menyebut pelaku serangan bom di wilayah selatan negara ini adalah WNI.
Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri itu adalah warga negara Indonesia.
"Mereka orang Indonesia," kata Ano, mantan kepala militer Filipina kepada wartawan CNN hari Jumat.
Tapi menurut Retno, hingga saat ini informasi yang menyebut pelaku adalah WNI masih berbentuk dugaan.
Pengeboman di gereja itu terjadi pada Minggu (27/1) pagi yang menewaskan 22 orang serta melukai lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil dan tentara.
Kelompok teroris Daesh mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.(PH)