Isu Penguasaan Lahan dan Debat Capres
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i67608-isu_penguasaan_lahan_dan_debat_capres
Salah satu isu yang menjadi pokok pembicaraan publik setelah debat kedua capres tadi malam mengenai masalah lahan. Penelusuran di google muncul sebanyak 48 juta untuk berita dengan kata kunci lahan prabowo.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 18, 2019 08:50 Asia/Jakarta
  • Jokowi dan Prabowo dalam debat kedua tadi malam
    Jokowi dan Prabowo dalam debat kedua tadi malam

Salah satu isu yang menjadi pokok pembicaraan publik setelah debat kedua capres tadi malam mengenai masalah lahan. Penelusuran di google muncul sebanyak 48 juta untuk berita dengan kata kunci lahan prabowo.

Isu ini mengemuka setelah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menyindir lawannya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, soal lahan hutan yang dimiliki mantan Pangkostrad itu.

Situs kantor berita Antara menurunkan berita "Jokowi Sebut Adanya Lahan Luas Milik Prabowo", sedangkan kompas menurunkan tidak kurang tujuh berita mengenai isu tersebut di antaranya yang terbaru berjudul "Lahan yang dikuasai Prabowo 5 kali Luas Jakarta".

Jokowi dalam debat capres tadi malam menyebut lawannya memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh.

"Saya tahu pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Sebesar 220.000 hektare," kata Jokowi dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Selain itu, Jokowi juga menyebutkan Prabowo memiliki lahan seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah. Ia mengatakan bahwa pembagian lahan tersebut tidak dilakukan di era pemerintahannya.

Sejumlah media menyoroti penguasaan lahan tersebut dengan mengangkat isu asing. Misalnya situs Republika menurunkan berita "Soal Lahan, Prabowo: Daripada Asing, Lebih Baik Saya Kelola". Tribunnews dan kata data juga menurunkan judul yang hampir sama dengan penekanan statemen Prabowo "Daripada jatuh ke Asing".

Situs detikFinance melakukan pelacakan data mengenai klaim lahan ini dengan menurunkan berita berjudul " Menelusuri Lahan Ratusan Ribu Hektare Prabowo yang Disindir Jokowi". Situs ini melaporkan Prabowo melalui perusahaannya PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) memenangkan perebutan konsesi lahan tambang batubara seluas 10.000 hektare di Kutai Timur.

Dia berebut dengan pihak asing Churchill Mining Plc asal Inggris. Kuasa Hukum KNC Hotman Paris mengungkapkan pihaknya memenangkan gugatan hingga ke tingkat peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung.

"Sejak gugatan ditingkat pertama PTUN Samarinda, PTTUN di Jakarta, Kasasi di MA hingga PK semua dimenangkan oleh Kaltim Nusantara Coal," ujar Hotman ketika ditemui di Kantornya Gedung Summitmas Tower I Sudirman, Selasa (25/6/2013).

Dikatakan Hotman, atas kemenangan tersebut Kaltim Nusantara Coal berhak mengelola 'harta karun' di Kutai Timur tersebut.

"Mengapa saya sebut harta karun? karena nilai batu bara dari yang digugat oleh Churchill yakni mencapai US$ 1,8 miliar, uang sebanyak itu kalau dimiliki oleh orang Indonesia, dia akan menjadi seorang konglomerat terkaya di Indonesia," ujar Hotman.

Lalu, Prabowo melalui perusahaannya Kertas Nusantara memiliki pabrik yang berlokasi di Mangkajang-Berau, Kalimantan Timur. Pabrik tersebut merupakan satu-satunya pabrik bubur kertas (pulp) yang terbesar di Asia Tenggara. Luas lokasi pabrik mencapai 3.400 ha.

Di akhir debat saat penutupan, Prabowo langsung memberikan klarifikasi soal lahan yang dimilikinya. Menurut Prabowo, lahan itu sebenarnya adalah milik negara, namun statusnya adalah hak guna usaha atau HGU.

"Tanah saya kuasai ratusan ribu hektare benar, itu HGU (hak guna usaha), milik negara," kata Prabowo.

Penggunaan lahan HGU sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Pegiat lingkungan bagi percepatan program Perhutanan Sosial, Tosca Santoso menilai kebijakan distribusi lahan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo lebih berpihak kepada petani-petani kecil, bukan kepada pengusaha seperti Prabowo Subianto yang mendapatkan lahan HGU 220.000 hektar ha di Kalimantan Timur dan di Aceh Tengah 120.000 hektar.

"Kalau zaman dulu tanah itu diberikan bagi pengusaha besar seperti contohnya pak Prabowo yang mendapatkan HGU 220.000 hektar ha di Kalimantan Timur dan di Aceh Tengah 120.000 hektar," kata Tosca mengutip Antara hari Sabtu.

Menurut Tosca, pemerintah Jokowi sedang fokus pada redistribusi lahan untuk petani kecil. Dia mengatakan, saat ini terjadi peralihan kebijakan pemberian lahan dari pengusaha besar kepada petani-petani kecil.(PH)