KPU Lanjutkan Komite Damai Kawal Debat Pilpres Keempat
-
Debat cawapres ketiga, (sumber foto Liputan 6)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mempertahankan keberadaan Komite Damai untuk pelaksanaan debat pilpres selanjutnya. KPU menilai kinerja komite tersebut sangat baik sehingga membuat debat cawapres berlangsung kondusif.
Situs Republika melaporkan, Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengakui keberadaan Komite Damai berdampak positif terhadap jalannya debat cawapres.
"Tentu akan kami pertahankan. Artinya kan ini (Komite Damai) berjalan efektif sehingga tidak ada konflik atau fiksi di antara pendukung dua kandidat sebagaimana sebelumnya," ujar Ilham kepada wartawan usai debat cawapres di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (17/3) dilansir Republika hari Senin.
Menurut Ilham, jalannya debat cawapres ini sudah lebih baik daripada dua debat sebelumnya. Hingga debat usai pun, kata dia, tidak ada protes dari pihak dua kandidat cawapres. Sehingga, secara garis besar KPU menyimpulkan bahwa ada dua hal yang positif dalam debat cawapres. Pertama, soal Komite Damai yang mampu mengatasi konflik.
Kedua, soal pengurangan jumlah pendukung masing-masing kandidat yang berdampak pada ketenangan di dalam arena debat. Dengan demikian, Ilham menilai format yang baik dari debat cawapres kali ini perlu dipertahankan untuk dua debat selanjutnya.
KPU membentuk Komite Damai untuk membantu ketertiban suasana debat cawapres 2019. Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019) mengatakan, nantinya Komite Damai akan membantu menertibkan pendukung yang membawa atribut pendukung di luar aturan. Selain itu Komite Damai juga bertanggung jawab menertibkan pendukung pada saat proses debat.
Sebelumnya, KPU mengatakan Komite Damai ini berisi dari 6 orang. Terdiri dari KPU, perwakilan masing-masing timses dan Bawaslu.
Dari data KPU, anggota Tim Komite Damai berisi Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan anggota Bawaslu Mochammad Afifudin. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf diwakili Direktur Program TKN Aria Bima dan Gugus Tugas Khusus TKN Rizal Malarangeng. Sedangkan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga diwakili anggota BPN Putra Jaya Husein serta seorang anggota Direktorat Media dan Komunikasi BPN.(PH)