WHO dan Asosiasi Medis Indonesia Serukan Tes Covid-19 Massal
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i79655-who_dan_asosiasi_medis_indonesia_serukan_tes_covid_19_massal
Jumlah kasus positif virus Corona di Indonesia terus bertambah. Keterangan pemerintah Indonesia per Selasa (17/3) menunjukkan Jumlah kasus terinfeksi virus corona menjadi 172 kasus, pasien sembuh bertambah satu, dari yang semula berjumlah 8 orang, kini menjadi 9 orang. Sedangkan yang meninggal dunia pun bertambah menjadi 7 orang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 18, 2020 08:50 Asia/Jakarta
  • WHO dan Asosiasi Medis  Indonesia Serukan Tes Covid-19 Massal

Jumlah kasus positif virus Corona di Indonesia terus bertambah. Keterangan pemerintah Indonesia per Selasa (17/3) menunjukkan Jumlah kasus terinfeksi virus corona menjadi 172 kasus, pasien sembuh bertambah satu, dari yang semula berjumlah 8 orang, kini menjadi 9 orang. Sedangkan yang meninggal dunia pun bertambah menjadi 7 orang.

Meski begitu, ada kabar dari berbagai daerah mengenai pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia, namun pemerintah pusat belum bisa memastikan apakah itu termasuk dalam angka yang meninggal dunia itu atau di luar angka tersebut.

Sejumlah ahli mencurigai angka kasus virus corona sebenarnya bisa saja lebih dari yang diumumkan namun tak ketahuan karena sedikitnya jumlah tes yang dilakukan. Saat ini tes corona diketahui hanya bisa dilakukan terhadap pasien dengan kriteria tertentu atas rekomendasi dokter.

Situs Detik melaporkan, asosiasi profesi medis menyerukan perlunya melakukan screening secara masif, tidak hanya pada yang masuk kriteria pasien dalam pengawasan (PDP). Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menjelaskan seharusnya screening juga dilakukan pada seluruh populasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan semua negara, termasuk Indonesia agar terus meningkatkan tes virus corona COVID-19 dengan tujuan untuk mengetahui siapa saja yang terinfeksi sehingga bisa diisolasi untuk memutus rantai penyebaran.

WHO menyarankan agar semua negara lebih banyak melakukan tes atau screening virus corona. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut wabah tak bisa dilawan dengan cara sengaja menutup mata.

"Cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan menyelamatkan nyawa adalah dengan mematahkan rantai transmisi. Untuk bisa melakukannya ya kamu harus lakukan tes dan isolasi," kata Tedros dalam rekaman suara yang dibagikan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dilansir situs Detik Rabu (18/3/2020).

Sebelumnya, pada 10 Maret 2020, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyurati  Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Corona. WHO meminta Jokowi segera mengumumkan darurat nasional Corona.

Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia memprediksi masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi pada Mei mendatang. Deputi V BIN Afini Noer mengatakan, prediksi tersebut berdasarkan hasil simulasi pemodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19.(PH)