Mengenali Cara Kerja Rapid Test Corona
-
Hasil test virus Corona
PT RNI (Persero) mendatangkan alat tes virus corona atau rapid test COVID-19 dari China. Alat itu masuk ke Indonesia mulai kemarin setelah mendapat restu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam teleconference, Kamis kemarin (19/3/2020).
"Rapid test sudah bisa masuk. Mulai hari ini (Kamis) masuk. Sudah disetujui," katanya. Demikian hasil pantuan Parstodayid dari Detikcom, Sabtu (21/03/2020).
Arya mengaku tak tahu secara pasti jumlah alat tes yang masuk. Yang pasti, kata dia, alat itu akan masuk secara bertahap. Kemudian, alat itu akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan pemerintah.
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan tes cepat, rapid test, untuk mendeteksi virus Corona.
Sementara itu, Australia telah lebih dulu melakukan rapid test, hingga 17 Maret lalu mereka sudah melakukan lebih dari 80.000 tes untuk mendeteksi penyakit COVID-19, dikutip dari laman The Guardian.
Berikut ini cara kerja rapid test yang dirangkum Parstodayid dari Antaranews.
Sebelum masuk ke rapid test, perlu diketahui seperti apa tes untuk mendeteksi virus Corona secara umum.
Petugas medis akan mengambil sampel dari hidung atau dahak, atau yang sering disebut dengan tes swab, melihat kecocokan kode genetik dengan COVID-19.
Hasil tes akan dibawa ke laboraturium dan akan ditandaklanjuti dengan uji polymerase chain reaction atau PCR. Sebelum dimasukkan ke mesin PCR, sampel tersebut akan diekstrak material genetiknya.
Teknik PCR ini digunakan untuk melihat material genetik agar virus mudah dideteksi.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk mengetes penyakit COVID-19 sebenarnya juga dilakukan untuk tes virus lainnya. Tapi, ada satu elemen yang disebut "primer" atau "hook", untuk mencocokkan material genetik dengan virus novel corona, hanya ada di tes tersebut.
Selain tes swab tenggorokan, petugas medis juga akan melakukan tes darah, yang bisa mendeteksi apakah sebelumnya orang tersebut sudah terkena virus.
Tes tersebut dapat melihat apakah orang tersebut sudah mengembangkan kekebalan tubuh.
Di Australia, perlu waktu hingga 48 jam sejak pasien pertama kali diperiksa, membawa tes ke laboraturium hingga pasien bisa mengetahui hasil tesnya. Untuk beberapa kasus, salah satunya di negara bagian Victoria, Australia, pasien diminta menunggu 48 hingga 72 jam untuk mengetahui hasil tes.
Dr. Gaetan Burgio dari John Curtis School of Medical Research, Australian National University, mengatakan seberapa cepat sebuah tes virus bergantung pada teknologi yang digunakan, ketersediaan reagen, jumlah petugas dan protokol yang digunakan untuk tes.
Tapi, dia berpendapat kecepatan sangat penting ketika dilanda pandemik. Jika hasil tes keluar lebih cepat, pasien bisa segera diisolasi atau dikarantina.
Para ahli menilai ada kemungkinan hasil tes yang dilakukan dalam belasan menit kurang akurat dibandingkan dengan tes PCR di laboratorium. Selain melihat virus, tes PCR juga dilakukan untuk melihat antibodi.