Jangan Remehkan Corona, 14 Persen Meninggal Tanpa Penyakit Penyerta
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i82132-jangan_remehkan_corona_14_persen_meninggal_tanpa_penyakit_penyerta
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk melanjutkan upaya penanganan virus Corona dengan ketat. Hal ini disampaikan WHO seiring dengan laporan lonjakan kasus Corona di beberapa negara.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 09, 2020 07:49 Asia/Jakarta
  • Virus Corona
    Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk melanjutkan upaya penanganan virus Corona dengan ketat. Hal ini disampaikan WHO seiring dengan laporan lonjakan kasus Corona di beberapa negara.

"Lebih dari enam bulan menjadi pandemi, ini bukan saatnya bagi negara mana pun untuk mengambil langkah (melonggarkan upaya pencegahan)," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada briefing online, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (9/6/2020). Demikian dilansir Detik, sebagaimana hasil pantauan Parstodayid, Selasa (09/06/2020).

"Lebih dari 136.000 kasus baru dilaporkan di seluruh dunia pada hari Minggu, paling banyak dalam satu hari sejauh ini," jelas Tedros.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

Mengapa banyak yang mulai meremehkan Corona?

Ramai di media sosial soal anggapan tidak ada yang meninggal karena virus Corona COVID-19. Penyebab meninggal pasien Corona disebut karena penyakit penyerta yang dimiliki pasien.

"Tidak ada orang yang meninggal murni karena covid-19 dikarenakan di dalam tubuhnya ada beraneka macam virus dan bakteri yang sudah masuk terlebih dahulu jauh hari sebelum corona masuk... Jika ada ribuan orang yang meninggal karena Corona, itu artinya sebelum corona Datang sudah ada ribuan macam virus yang menyerang orang-orang tersebut. Sehingga ketika corona datang, antibodi di tubuhnya sudah tidak bisa mengantisipasi lagi," tulis satu pengguna di Facebook.

Meski begitu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menepis anggapan tersebut. Faktanya di lapangan ada pasien positif virus Corona yang meninggal dunia tanpa penyakit penyerta.

"Harus diluruskan. Fakta-fakta kasus kematian pasien COVID-19 itu ada," kata dr Agus, Senin (8/6/2020).

Di beberapa rumah sakit (RS) rujukan untuk kasus Corona, data menunjukkan memang sebagian besar pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta.

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Rita Rogayah, SpP(K), MARS, mengatakan di tempatnya pada bulan April lalu ada 76 pasien Corona meninggal dari total 205 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 pasien (86 persen) yang meninggal memiliki penyakit penyerta sementara 11 pasien (14 persen) lainnya tanpa komorbid.

"Saya ada datanya," kata dr Rita, Selasa (09/06/2020).

Sementara itu Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, MPH, membeberkan data hingga 8 Juni 2020 ada 28 pasien Corona yang meninggal dan 105 pasien sembuh.

"Semua pasien yang meninggal memiliki komorbiditas," ungkap dr Syahril saat dihubungi terpisah.

Dikutip dari situs covid19.go.id, sebanyak 97,7 persen dari 1.883 pasien Corona yang meninggal di Indonesia per Senin (8/6/2020), berstatus tidak memiliki data lengkap atau tanpa kondisi penyerta.