Jokowi: Meningkatkan Komunikasi Antarumat dengan Konektivitas Fisik-Digital
-
Presiden RI Joko Widodo memberikan pidato di Muktamar PPP
Sesuai dengan keputusan Rapimnas V pada 4 Desember 2020 di Hotel Bidakara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan Muktamar IX PPP tetap digelar pada 18-21 Desember 2020.
Pada awalnya, Muktamar IX PPP akan digelar Makassar, namun setelah mendapatkanmasukan dari berbagai kader PPP, akhirnya diselenggarakan di 10 daerah yaitu Makassar, Padang, Semarang, Surabaya, Medan, Manado, Palembang, Balikpapan, Bogor, dan Tangerang. Hal itu dikarenakan penularan penyakit Covid-19 di Tanah Air masih meningkat.
Setiap tempat penyelenggaraan Mukernas IX PPP maksimal dihadiri oleh 200 muktamirin atau (peserta muktamar). Acara akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.
Di logo Muktamar IX ini terbentang tulisan 'merawat persatuan dengan pembangunan'. Inilah tema Muktamar IX PPP dan ini pula akan menjadi tema perjuangan PPP menuju Pemilu 2024
Presiden Membuka Muktamar
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar IX PPP secara virtual. Jokowi berharap PPP ke depan dapat semakin berkontribusi mempercepat pembangunan nasional Indonesia.
Presiden Jokowi dalam pidatonya di Jakarta hari Jumat (18/12/2020) mengatakan konektivitas berbentuk luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) dapat mempererat hubungan antarumat, menyebarkan kesejukan dan kedamaian, dan menumbuhkan toleransi dalam perbedaan dan kebhinnekaan.
Menurutnya, pemerintah terus membangun seluruh infrastruktur konektivitas, baik fisik dan digital, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi antarumat di seluruh Indonesia.
“Dengan konektivitas luring dan daring yang semakin efektif, kita bisa meningkatkan komunikasi antarumat yang tersebar di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, untuk menyebarkan Islam Wasathiyah, menyebarkan kesejukan dan kedamaian, menumbuhkan toleransi dalam perbedaan dan kebhinnekaan, dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman,” ujar Presiden. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Antaranews, Sabtu (19/12/2020).
Karenanya, selama enam tahun terakhir, pemerintah terus membangun konektivitas digital, selain konektivitas fisik penghubung antardaerah seperti jalan tol, jalur kereta api, jalur penerbangan dan tol laut.
Tujuannya agar infrastruktur konektivitas dapat juga membangun konektivitas budaya, konektivitas gagasan, dan semangat, sebagai sebuah bangsa besar sehingga infrastruktur dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan.
“Infrastruktur konektivitas ini bukan hanya dimaksudkan untuk integrasi ekonomi nasional, mengintegrasikan ekonomi nasional, bukan hanya untuk mempermudah dan mempermurah arus logistik, bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi digital dan e-commerce tapi juga kita maksudkan untuk meningkatkan konektivitas budaya, konektivitas gagasan, dan semangat sebagai sebuah bangsa besar,” ujar Presiden.
Dengan konektivitas fisik dan digital itu pula, masyarakat Indonesia bisa berbagi pengalaman dalam membangun daerah. Terdapat 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, dan 75.000 desa di seluruh Tanah Air yang dapat berbagi inspirasi untuk mengembangkan inovasi pembangunan di daerahnya masing-masing.
“Dan kita bisa mengakselerasi kualitas SDM di seluruh pelosok nusantara untuk menghadapi dunia yang sekarang ini penuh dengan perubahan, persaingan, hiper-kompetisi, antarnegara, antarperusahaan, antarindividu yang betul-betul harus kita ikuti hari per hari,” pungkas Kepala Negara.