Iran Menyambut Solusi Politik untuk Akhiri Krisis
Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, mengatakan Republik Islam menyambut solusi politik untuk menyelesaikan berbagai krisis.
Dalam pertemuan dengan kepala kantor berita Maroko (MAP), Khalil Hashem al-Idrisi di Tehran, Rabu (1/6/2016), Hossein Amir-Abdollahian menambahkan, Timur Tengah sedang menghadapi banyak krisis mulai dari terorisme, ekstremisme dan intervensi luas pihak asing, di mana krisis-krisis ini hanya boleh dipecahkan oleh negara-negara regional.
"Republik Islam Iran sama sekali tidak ingin adanya perang proksi di Suriah dan para teroris ingin mengguling Bashar al-Assad sebagai presiden konstitusional di negara itu," tegasnya.
Amir-Abdollahian menekankan bahwa para penasihat militer Iran berangkat ke Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus untuk mendukung negara itu dalam memerangi teroris, memelihara keamanan nasional Iran dan mewaspadai bahaya rezim Zionis Israel di Suriah.
"Iran sama sekali tidak bertindak melawan kubu oposisi Assad dan bahkan berusaha untuk memberdayakan mereka sehingga bisa berperan dalam masa depan Suriah," ujarnya.
Berbicara tentang perseteruan saat ini antara Iran dan Arab Saudi soal isu-isu regional, Amir-Abdollahian berharap hubungan kedua negara akan kembali ke kondisi normal dan krisis-krisis di kawasan akan diakhiri lewat jalur politik. (RM)