Kanaani: Sampai saat ini, Kami belum Menerima Jawaban dari Washington
-
Jubir Kemenlu Iran Nasser Kanaani
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani terkait perundingan Wina mengatakan, sampai saat ini AS belum memberi jawaban kepada Iran mengenai usulan koordinator Uni Eropa.
Seperti dilaporkan Iran Press, Nasser Kanaani Senin (22/8/2022) di jumpa pers mingguan menjawab pertanyaan wartawan mengenai perundingan Wina dan mengatakan, "Kami sedang dalam proses negosiasi dan kami belum menerima detail dan proses selanjutnya; Kami dapat berbicara tentang keberhasilan negosiasi, ketika tanggapan dari pihak Amerika diterima."
Seraya menjelaskan telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan untuk meraih kesepakatan, tapi kini da kelambanan pihak seberang dalam memberi jawaban, Kanaani mengungkapkan, pemerintah AS bertanggung jawab atas kondisi JCPOA saat ini, Republik Islam Iran tidak akan menunggu dan proses perundingan tidak akan digantungkan pada kehidupan rakyat.
"Iran tidak akan melewati garis merahnya, dan mengejar kesepakatan yang baik, kuat dan berkesinambungan," tegas Kanaani.
Jubir Kemenlu Iran terkait perundingan dengan Arab Saudi mengatakan, "Kami yakin bahwa dimulainya perundingan akan bermanfaat untuk menjamin kepentingan kedua negara, sampai saat ini proses perundingan berjalan positif, tapi masih ada sejumlah perpedaan pendapat."
Menjawab pertanyaan lain soal kondisi Suriah, Kanaani menjelaskan bahwa kini pemerintah di kawasan dan non-kawasan mulai memiliki pandangan realistis terkait Damaskus. "Apa yang terjadi selama sembilan tahun lalu di Suriah adalah hasil dari intervensi negara-negara lain; Kini kita menyaksikan terbentuknya kondisi baru di Suriah yang menunjukkan bahwa pemerintah Damaskus telah melewati kondisi krisis serta memiliki prestasi besar dalam perang melawan terorisme.
Menjawab pertanyaan mengenai isu pertukaran tahanan, Kanaani mengatakan, isu ini akan dibahas dalam koridor kemanusiaan, dan tidak ada kaitannya dengan perundingan pencabutan sanksi; Kami yakin bahwa tahanan kami ditangkap karena alasan tak berdasar, misalnya upaya menghindari sanksi. (MF)