Rahbar: Negara Membutuhkan Mahasiswa Visioner, Optimis dan Rasional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i143846-rahbar_negara_membutuhkan_mahasiswa_visioner_optimis_dan_rasional
Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Bertentangan dengan keinginan musuh, komunitas mahasiswa harus menciptakan transformasi dalam pikiran dan realitas masyarakat dengan visi dan usahanya di Iran dan kemudian di dunia,".
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Apr 19, 2023 11:43 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Bertentangan dengan keinginan musuh, komunitas mahasiswa harus menciptakan transformasi dalam pikiran dan realitas masyarakat dengan visi dan usahanya di Iran dan kemudian di dunia,".

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan lebih dari seribu aktivis organisasi mahasiswa pada Selasa (18/4/2023) malam menyebut mahasiswa dan kegiatan mereka sebagai potensi bernilai bagi negara, dan menekankan kembali urgensi memperkuat infrastruktur epistemologi mahasiswa dan kelompok dengan menempatkan keadilan sebagai salah satu landasan epistemologisnya.

Ayatullah Khamenei mengungkapkan kebebasan sebagai dasar lain dari pengetahuan dengan mengatakan, "Dalam pandangan Islam, pembebasan dari kerangka dan tuntutan material adalah bagian terpenting dari kategori kebebasan, yang membuka jalan bagi kemajuan dan keunggulan dan kebebasan dari stagnasi, fanatisme, dan kepasrahan kepada kekuatan adidaya, serta pembatasan lainnya,".

Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyoroti masalah polarisasi dalam masyarakat, mahasiswa dan negara, yang lahir dari pandangan dan tuntutan yang tidak realistis tanpa memberikan solusi ilmiah dan praktis.

"Tergesa-gesa dalam memandang dan fokus pada titik negatif dan mengabaikan titik terang, terburu nafsu untuk mengubah masalah lokal menjadi masalah nasional, beraktivitas dengan maksud supaya disorot publik, atau tenggelam di ruang maya merupakan hama lain aktivitas mahasiswa," papar Ayatullah Khamenei.

Ayatullah Khamenei menyebut label “Mahasiswa” terkait dengan sebutan lain seperti pencari ilmu, pemuda, dinamis, inovasi dan pembaharuan, serta filantropi yang melawan  korupsi dan ketidakadilan.

"Tapi yang lebih penting bagi mahasiswa adalah infrastruktur intelektual yang perlu dikonsolidasikan, yang tidak berarti menutup kegiatan lain dan hanya belajar dan berpikir dan menghentikan aktivitas lain. Sebab pada saat yang sama dengan kegiatan mahasiswa memiliki hubungan dengan sumber agama, dan berhubungan dengan para pemikir yang dapat dipercaya dan mendalam," tegasnya.(PH)