Menlu Iran: AS dan Israel Setujui Gencatan Senjata Tanpa Capai Tujuan
-
Menlu Iran bertemu Ketua Parlemen Lebanon di Beirut
Menteri Luar Negeri Iran, dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Lebanon mengatakan, Amerika Serikat, dan Rezim Zionis, terpaksa menyetujui gencatan senjata sebelum berhasil mencapai satu pun tujuannya.
Hossein Amir Abdollahian, Rabu (22/11/2023) melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, di Beirut, dalam rangkaian lawatan regionalnya kali ini. Ia juga dijadwalkan bertemu Plt Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati.
Abdollahian menuturkan, "Berdasarkan evaluasi-evaluasi yang dilakukan oleh para pakar Amerika, Rezim Zionis, setelah operasi perlawanan Badai Al Aqsa, mengalami keruntuhan dari dalam yang luar biasa."
Ia menambahkan, "AS secara tidak terbatas, dan tanpa syarat apa pun, berdiri mendukung Rezim Zionis, demi mewujudkan slogan-slogan tidak realistis, dan cita-cita ambisius Israel. Tapi sekarang AS, berkesimpulan bahwa Israel, sedikit pun tidak mampu mewujudkan slogan-slogannya, dan kondisi yang berlaku saat ini tidak bisa berlanjut, sehingga akhirnya tanpa sempat mencapai tujuan-tujuannya, mereka terpaksa menerima gencatan senjata sementara."
Pada saat yang sama, Menlu Iran, juga menyinggung skenario-skenario politik yang disusun AS, di belakang layar untuk Jalur Gaza, dan Hamas serta perlawanan Palestina.
"Masa depan Gaza, dan Palestina, akan ditentukan sendiri oleh rakyat Palestina, bukan oleh Amerika Serikat, atau Rezim Zionis," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Lebanon berterimakasih atas dukungan politik Iran, yang kuat terhadap Palestina, dan peran bijaksana Iran, dalam perkembangan terbaru di Gaza, dan kawasan Asia Barat.
Nabih Berri menjelaskan, "Perlawanan dan rakyat Palestina, di dalam Gaza, berhasil mengendalikan arena pertempuran untuk berpihak kepada mereka di tengah semua kejahatan Rezim Zionis, terhadap warga Palestina. Pada saat yang sama, arena politik juga harus berada dalam kerangka tekad dan tuntutan rakyat Palestina." (HS)