Pakar Politik: Tanpa Hizbullah, Beirut Akan Diduduki Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i182276-pakar_politik_tanpa_hizbullah_beirut_akan_diduduki_rezim_zionis
Berdasarkan hasil jajak pendapat, lebih dari 70 persen rakyat Lebanon menentang pelucutan senjata Hizbullah dan memandang kelompok ini sebagai penjamin keamanan negara. Para pakar menegaskan bahwa tanpa Hizbullah, rezim Zionis akan maju hingga ke Beirut.
(last modified 2025-12-15T03:29:05+00:00 )
Des 15, 2025 10:22 Asia/Jakarta
  • Pakar Politik: Tanpa Hizbullah, Beirut Akan Diduduki Rezim Zionis

Berdasarkan hasil jajak pendapat, lebih dari 70 persen rakyat Lebanon menentang pelucutan senjata Hizbullah dan memandang kelompok ini sebagai penjamin keamanan negara. Para pakar menegaskan bahwa tanpa Hizbullah, rezim Zionis akan maju hingga ke Beirut.

Abbas Haji Najari, pakar hubungan internasional, pada Minggu malam dalam program Dialog Khusus Berita di televisi Iran, dengan menyinggung perkembangan regional, menekankan bahwa perlawanan masih hidup dan kokoh, serta upaya rezim Zionis dan Amerika Serikat untuk menghancurkannya telah gagal.

Menurut laporan Pars Today, Haji Najari menyatakan bahwa Hizbullah di Lebanon tetap berdiri teguh dan klaim musuh tentang pelemahannya tidak berdasar.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan survei, lebih dari 70 persen rakyat Lebanon menolak pelucutan senjata Hizbullah dan bahwa jika Hizbullah tidak ada, rezim Zionis akan maju hingga Beirut. Fakta ini menunjukkan bahwa Hizbullah bukan hanya kekuatan militer, melainkan juga faktor penangkal terhadap agresi rezim Zionis.

Nasser Dehqani dan Mehdi Shakibaei, pakar isu Asia Barat lainnya, juga menyinggung peran Hizbullah dalam menjaga keamanan Lebanon. Mereka menekankan bahwa perlawanan telah mampu mengubah perimbangan regional dan menggagalkan tujuan rezim Zionis. Dalam perang tahun 2024, meskipun rezim Zionis mengerahkan sekitar 70 ribu pasukan di perbatasan Lebanon, mereka gagal mencapai target-targetnya, yang menunjukkan kekuatan daya tangkal Hizbullah.

Seyyed Hassan Hosseini, jurnalis Kantor Berita IRIB dari Lebanon, melaporkan bahwa rezim Zionis terus melontarkan ancaman terhadap Lebanon, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa pendudukan Lebanon tidak mungkin dilakukan. Ia menambahkan bahwa bahkan serangan udara besar-besaran pun tidak mampu mengubah perhitungan di darat. Dalam konteks ini, Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, menegaskan bahwa perlawanan tidak akan pernah melucuti senjatanya dan akan terus berdiri menghadapi tekanan.

Para pakar politik juga mencatat bahwa upaya sejumlah rezim kawasan untuk mengubah kondisi internal Lebanon demi kepentingan Amerika Serikat dan rezim Zionis sejauh ini tidak membuahkan hasil.

Pengalaman pemilihan dewan kota di Lebanon menunjukkan bahwa basis dukungan rakyat terhadap perlawanan tetap kuat dan rakyat Lebanon secara tegas menolak pelucutan senjata Hizbullah. Fakta ini menegaskan bahwa Hizbullah akan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika politik dan keamanan Lebanon.(PH)