Pezeshkian: Iran bukan Penyulut Perang, tapi akan Merespons tegas setiap Agresi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184788-pezeshkian_iran_bukan_penyulut_perang_tapi_akan_merespons_tegas_setiap_agresi
Pars Today – Presiden Iran mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak menyambut perang, namun akan merespons setiap bentuk agresi secara segera dan tegas.
(last modified 2026-01-30T13:30:00+00:00 )
Jan 30, 2026 20:26 Asia/Jakarta
  • Kontak telepon Presiden Iran dan Uni Emirat Arab
    Kontak telepon Presiden Iran dan Uni Emirat Arab

Pars Today – Presiden Iran mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak menyambut perang, namun akan merespons setiap bentuk agresi secara segera dan tegas.

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, pada hari Jumat (30/1/2026) dalam percakapan telepon dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sikap negara-negara Islam terhadap Republik Islam Iran, menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dan terkoordinasi negara-negara kawasan untuk meredakan ketegangan serta membantu menegakkan perdamaian dan stabilitas.

 

Presiden Iran, dengan menjelaskan pendekatan prinsipil Republik Islam dalam kebijakan luar negeri, menyebut penguatan dan perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga dan negara-negara Islam di semua bidang sebagai prioritas strategis negara. Ia menegaskan bahwa pengokohan ikatan persaudaraan, penguatan persatuan dan integrasi dunia Islam, serta perluasan kerja sama regional merupakan pilar utama kebijakan luar negeri Republik Islam Iran. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan konvergensi, sinergi, dan konsensus nasional di dalam negeri di antara seluruh kelompok, faksi, etnis, dan mazhab sebagai pendekatan pemerintah Iran dalam kebijakan domestik.

 

Pezeshkian selanjutnya menyinggung tindakan permusuhan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Iran, termasuk tekanan dan sanksi, pemaksaan perang selama 12 hari, pemicu dan dukungan terhadap para perusuh serta kerusuhan baru-baru ini, serta pengambilan sikap mengancam dan mengobarkan perang. Dengan menegaskan bahwa menjaga keamanan serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan merupakan prioritas utama Republik Islam Iran, ia menekankan bahwa Iran sama sekali tidak menyambut perang dan tidak menganggap perang menguntungkan bagi pihak mana pun. Namun, ia menambahkan bahwa pihak-pihak Barat melalui tindakan mereka telah menunjukkan, bertentangan dengan klaim mereka, tidak adanya komitmen nyata terhadap diplomasi dan prinsip-prinsip hukum internasional.

 

Presiden Iran, dengan menekankan kebijakan “diplomasi yang bermartabat” Republik Islam Iran, mengatakan bahwa pendekatan Republik Islam didasarkan pada interaksi dan dialog dalam kerangka hukum internasional, saling menghormati, serta menghindari ancaman dan penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan. Namun demikian, setiap agresi terhadap negara dan bangsa Iran akan dijawab secara segera dan tegas.

 

Presiden Uni Emirat Arab juga menyampaikan kegembiraannya atas dialog dengan Presiden Iran, menyinggung upaya-upaya diplomatik negaranya untuk meredakan ketegangan di kawasan, serta memuji pendekatan prinsipil Republik Islam Iran yang mengutamakan diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan masalah dan menghindari perang.

 

Sheikh Mohammed bin Zayed juga menegaskan kesiapan Uni Emirat Arab untuk berpartisipasi dan berperan secara konstruktif dalam proses-proses diplomatik dengan tujuan mencapai solusi yang menjamin keamanan serta membantu perdamaian, stabilitas, dan kemajuan berkelanjutan di kawasan. (MF)