Industri Kreatif, Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Iran di Chabahar
Industri kreatif, dengan Festival Nasional Chabahar sebagai porosnya, diperkenalkan sebagai penggerak utama ekonomi berbasis pengetahuan dan lapangan kerja berkelanjutan Iran.
Deputi Teknologi dan Inovasi Kementerian Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, Mohammad Nabi Shahiki Tash, pada hari Rabu dalam upacara penutupan Festival Nasional Industri Kreatif dan Budaya Iran yang pertama di Kawasan Bebas Chabahar, menyatakan bahwa pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan tidak mungkin tercapai tanpa memanfaatkan kapasitas industri kreatif dan komersialisasi aset budaya. Bidang ini, menurutnya, memainkan peran yang menentukan dalam pertumbuhan produksi, lapangan kerja berkelanjutan, dan kehadiran Iran di pasar regional.
Shahiki Tash, sembari menguraikan pencapaian acara empat hari ini, mengatakan, "Festival Industri Kreatif dirancang dengan pendekatan berbasis masalah untuk memperkuat hubungan antara taman sains dan teknologi, perusahaan kreatif, dan pegiat budaya, serta menata ulang ekosistem ekonomi kreatif dalam kerangka kebijakan teknologi Iran." Menurut pejabat ini, pertemuan para manajer teknologi, seniman, dan wirausahawan dari seluruh Iran di Chabahar telah memfasilitasi pembentukan jejaring, pertukaran pengalaman, dan pendefinisian proyek-proyek bersama.
Shahiki Tash, merujuk pada posisi global industri kreatif, menambahkan, "Iran, dengan memiliki sumber daya manusia muda dan keunggulan budaya yang beragam, memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekonomi kreatif." Ia menyebut pameran produk budaya, kamp-kamp khusus (bootcamp) di bidang-bidang seperti animasi, kerajinan tangan, dan permainan komputer, serta pertemuan-pertemuan investasi sebagai program-program kunci festival yang telah membantu pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya di provinsi Sistan dan Baluchestan.
Pengembangan Infrastruktur Ekspor Budaya IranDeputi Teknologi dan Inovasi Kementerian Ilmu Pengetahuan mengumumkan telah dilakukannya negosiasi antara taman sains dan teknologi, dana penelitian dan teknologi, serta para pengelola Kawasan Bebas Chababar untuk mendirikan pameran permanen ekspor produk budaya Iran. Ia menegaskan bahwa langkah ini dapat memfasilitasi akses industri kreatif Iran ke pasar-pasar di kawasan Samudra Hindia dan jalur-jalur transit internasional.
Ia menyebutkan dua strategi utama Kementerian Ilmu Pengetahuan, yaitu "pembentukan jejaring dan klaster bisnis khusus" serta "peningkatan keterampilan internasional sumber daya manusia di industri kreatif". Ia mengatakan bahwa keberlanjutan jalur ini akan meningkatkan investasi, pertumbuhan ekspor budaya, dan memperkuat posisi Iran dalam ekonomi kreatif global.
Festival Nasional Industri Kreatif dan Budaya Iran yang pertama dimulai pada hari Sabtu lalu di Kawasan Bebas Chabahar dan berakhir pada hari Rabu dengan dihadiri secara luas oleh perusahaan-perusahaan kreatif, perusahaan rintisan (startup), lembaga-lembaga budaya, dan instansi pemerintah. Acara ini, menurut para penyelenggara, merupakan tanda terbentuknya tekad nasional untuk mengubah kapasitas budaya menjadi kekayaan dan lapangan kerja dalam ekonomi berbasis pengetahuan Iran.(PH)