Iran dan Mesir Tekankan Penguatan Diplomasi dan Stabilitas Regional
Menteri Luar Negeri Iran, dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Mesir, menekankan upaya Republik Islam Iran untuk menyusun draf negosiasi yang didasarkan pada saling menghormati dan memenuhi kepentingan sah kedua belah pihak dalam masalah nuklir.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Seyed Abbas Araghchi, dan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, pada hari Jumat dalam percakapan telepon membahas dan bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional terkini, terutama proses negosiasi nuklir Iran.
Dalam konsultasi ini, Menteri Luar Negeri Iran, merujuk pada perkembangan terakhir terkait negosiasi tidak langsung antara Tehran dan Washington, menekankan upaya Republik Islam Iran untuk menyusun draf negosiasi yang didasarkan pada saling menghormati dan memenuhi kepentingan sah kedua belah pihak.
Ia menegaskan bahwa jalur diplomatik tetap dalam agenda Iran, dan setiap kemungkinan kesepakatan harus terbentuk dalam kerangka hukum internasional dan dengan jaminan hak-hak sah Iran.
Menteri Luar Negeri Mesir, seraya menyambut baik keberlanjutan proses diplomatik, menekankan pentingnya melanjutkan konsultasi dengan tujuan memajukan negosiasi dan mencapai kerangka yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait. Ia juga memandang pentingnya pengurangan ketegangan dan penguatan stabilitas regional melalui dialog dan interaksi konstruktif.(PH)