Presiden Iran dan Rusia Bahas Gencatan Senjata Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i2389-presiden_iran_dan_rusia_bahas_gencatan_senjata_suriah
Presiden Republik Islam Iran dalam sambungan telepon dengan Presiden Rusia, mengatakan gencatan senjata di Suriah tidak boleh memberikan kesempatan kepada teroris untuk memulihkan kekuatannya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 24, 2016 23:38 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan Rusia Bahas Gencatan Senjata Suriah

Presiden Republik Islam Iran dalam sambungan telepon dengan Presiden Rusia, mengatakan gencatan senjata di Suriah tidak boleh memberikan kesempatan kepada teroris untuk memulihkan kekuatannya.

Hassan Rouhani dalam diskusinya dengan Vladimir Putin, Rabu (24/2/2016), menilai penghentian perang dan penyaluran bantuan kemanusiaan sebagai sebuah langkah yang menguntungkan rakyat Suriah.

“Kelompok teroris tidak boleh dibiarkan untuk memanfaatkan gencatan senjata sementara di Suriah untuk reorganisasi serta menerima bantuan dana dan senjata baru,” tegasnya.

Presiden Iran juga menekankan berlanjutnya perang anti-terorisme dan menambahkan, “Ddalam proses gencatan senjata di Suriah, penyaluran bantuan untuk para pengungsi harus dilakukan di bawah kepemimpinan pemerintah pusat dan pembebasan sandera dan orang-orang yang tidak bersalah juga harus segera diwujudkan.”

Ia juga mendesak pengawasan gencatan senjata dan kontrol perbatasan Suriah sehingga mencegah kedatangan teroris baru ke negara itu.

Rouhani lebih lanjut menjelaskan sikap Iran terkait proses politik di Suriah dan menekankan konsultasi intensif antara Tehran-Moskow untuk membantu rakyat Suriah.

Menurutnya, kampanye udara efektif Rusia serta operasi darat militer Suriah dan pasukan relawan telah mendorong teroris dan para pendukungnya duduk di meja perundingan. Mereka mulai memahami bahwa aksi militer tidak akan menguntungkan siapa pun di Suriah.

Sementara itu, Presiden Rusia memaparkan rincian perundingan yang dilakukan untuk menciptakan gencatan senjata di Suriah.

Vladimir Putin mengatakan bahwa hubungan Moskow dan Tehran dibangun atas dasar kepercayaan konstruktif dan timbal-balik dan sejalan dengan itu, Rusia membutuhkan koordinasi dan kerjasama erat satu sama lain dalam masalah Suriah.

Ia juga mendesak pemantauan gencatan senjata oleh PBB dan pengambilan langkah-langkah pre-emptive untuk menghentikan gerakan lintas batas teroris.

“Teroris baru harus dicegah memasuki Suriah dan kelompok teroris tidak boleh dibiarkan menerima senjata, keuangan dan perlengkapan logistik tambahan,” tandasnya.

Dia menegaskan bahwa perang melawan kelompok teroris, termasuk Daesh dan Front al-Nusra akan terus berlanjut.

Putin juga menekankan kebutuhan untuk membantu rakyat Suriah dan menjaga keutuhan wilayah negara itu.

Amerika Serikat dan Rusia mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Suriah dan perjanjian itu mulai berlaku pada tanggal 27 Februari mendatang. Kedua negara juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup kelompok ISIS dan Front al-Nusra.

Kelompok-kelompok teroris telah mengacaukan sejumlah wilayah di Suriah sejak hampir lima tahun lalu. (RM)