Dubes Iran untuk PBB: Perempuan, Korban Utama Krisis Timteng
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37728-dubes_iran_untuk_pbb_perempuan_korban_utama_krisis_timteng
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB mengatakan, perempuan merupakan salah satu korban utama dalam krisis terbaru di Timur Tengah.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 17, 2017 07:13 Asia/Jakarta
  • Gholamali Khoshroo, Wakil Tetap RII untuk PBB
    Gholamali Khoshroo, Wakil Tetap RII untuk PBB

Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB mengatakan, perempuan merupakan salah satu korban utama dalam krisis terbaru di Timur Tengah.

Gholamali Khoshroo mengungkapkan hal itu dalam pertemuan terbaru Dewan Keamanan PBB yang membahas "kekerasan terhadap perempuan dalam konflik."

Ia menyesalkan berlanjutnya krisis di kawasan Timur Tengah dan menyebut kelanjutan krisis itu sebagai "memuakkan."

"Perempuan di Timur Tengah hidup dalam ketakutan dan kengerian besar akibat tindakan-tindakan yang muncul dari pemikiran Takfiri kelompok-kelompok teroris dan esktrim," kata Khoshroo seperti dilansir IRNA, Selasa (16/5/2017).

Ia menambahkan, kelompok-kelompok teroris Takfiri – secara terorganisir dan dengan menggunakan cara-cara seperti perbudakan dan pemerkosaan– menjadikan perempuan sebagai target penindasan mereka.

"Perempuan di Timur Tengah yang berada dalam suasana penuh dengan ketakutan, ancaman, xenophobia  dan rasisme tentunya berubah menjadi korban pertama dan terpenting," ujarnya.

Khoshroo lebih lanjut mengkritik kebijakan bias masyarakat internasional terkait perempuan di Timur Tengah.

"Kebijakan permusuhan rezim penjajah al-Quds (rezim Zionis Israel) terhadap rakyat Palestina dan kelanjutan blokade keji terhadap Jalur Gaza merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak warga Palestina terutama perempuan," tegasnya.

Wakil Tetap Iran untuk PBB juga menyinggung kondisi menyedihkan di Yaman akibat agres militer Arab Saudi dan blokade darat, luat dan udara terhadap negara Arab ini.

"Perempuan di Yaman masih terus menjadi target serangan brutal rezim Arab Saudi," jelasnya.

Khoshroo menjelaskan, agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama dua tahun ini telah menyebabkan lebih dari 10.000 orang tewas dan 17.000 lainnya terluka.

"2.260 anak dan 1.677 perempuan Yaman telah menjadi korban kejahatan Arab Saudi," pungkasnya.

Invasi militer Arab Saudi yang mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015 dan telah merenggut lebih dari 11.000 orang. Agresi ini juga telah menghancurkan insfrastruktur penting Yaman terutama rumah sakit, bandara, pelanbuhan, pabrik dan fasilitas publik lainnya.

Blokade darat, laut dan udara pasukan agresor telah menyebabkan Yaman kekurangan bahan makanan dan obat-obatan serta munculnya berbagai penyakit mematikan terutama kolera. (RA)