Hari Industri Pertahanan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43252-hari_industri_pertahanan_iran
Dalam penanggalan nasional Iran, tanggal 31 Mordad (22 Agustus) ditetapkan sebagai Hari Industri Pertahanan Iran. Untuk memperingati hari besar ini, Kementerian Pertahanan Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan para pakar industri pertahanan tidak akan pernah lalai sedikit pun untuk memaksimalkan kekuatan pertahanan.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Aug 23, 2017 13:34 Asia/Jakarta

Dalam penanggalan nasional Iran, tanggal 31 Mordad (22 Agustus) ditetapkan sebagai Hari Industri Pertahanan Iran. Untuk memperingati hari besar ini, Kementerian Pertahanan Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan para pakar industri pertahanan tidak akan pernah lalai sedikit pun untuk memaksimalkan kekuatan pertahanan.

"Peningkatan keamanan dan kekuatan defensif Republik Islam khususnya di bidang penguatan senjata strategis dan terutama kekuatan rudal serta dukungan untuk kubu perlawanan, merupakan bukti atas kedudukan dan peran moder Kemenhan Iran," kata pernyataan tersebut.

Kebijakan Republik Islam Iran sejak awal berpijak pada kesepahaman pertahanan dan menghindari konflik. Dalam hal ini, lembaga-lembaga pertahanan Iran telah membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan pertahanan yang mumpuni untuk melawan ancaman musuh dan agresor.

Institute Hudson Amerika dalam sebuah laporannya pada April 2017, menyebut kekuatan pertahanan Iran sebagai kekuatan baru kedelapan dunia.

Dari sudut pandang teoritis, keamanan mandiri harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dan keahlian dalam industri pertahanan. Jika sebuah negara tidak memiliki unsur tersebut, ia akan mengalami ketergantungan dan menghadapi risiko di sektor pertahanan.

Namun, perlu diingat bahwa kekuatan pertahanan akan membawa perdamaian dan stabilitas selama ia dibarengi dengan moralitas dan spiritualitas. Oleh karena itu, salah satu elemen kunci dalam doktrin militer Iran adalah memperhatikan aspek moral dan berkomitmen terhadap norma-norma internasional.

Jadi, dalam mengembangkan dan memperkuat kemampuan pertahanan, Iran memiliki garis merah yang tidak boleh dilanggar termasuk tidak boleh memproduksi atau menggunakan senjata pemusnah massal seperti, senjata kimia dan nuklir. Keyakinan agama dan ideologi melarang Iran bergerak ke arah sana.

Dengan memperhatikan larangan itu, para pakar industri pertahanan berusaha memenuhi kebutuhan pertahanan Iran sesuai dengan jenis ancaman dan dengan tingkat kemampuan yang tinggi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dengan bertawakal kepada Allah Swt dan percaya diri, harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya. Selain itu dengan inovasi dan tekad baja, berjuang menutupi kekurangan-kekurangan yang ada."

Brigadir Jenderal Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran dalam kabinet baru Presiden Hassan Rouhani, mengatakan bahwa bertumpu pada kemampuan internal dan pemanfaatan pengalaman penting era Pertahanan Suci, telah menghadirkan sebuah kekuatan pertahanan bagi Iran, yang membuat siapa pun tidak berani merealisasikan ancaman-ancaman verbalnya.

"Program pertahanan Iran akan berjalan sesuai dengan strategi pertahanan nasional dan agenda yang telah ditetapkan dan tidak akan pernah berada di bawah tekanan," tegasnya. (RM)