Iran Desak Pemerintah Myanmar Cegah Berlanjutnya Pelanggaran Hak Muslim
-
Bahram Qassemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi, mengkhawatirkan pembiaran kondisi tidak manusiawi dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya dan menekankan bahwa pemerintah Myanmar harus mencegah berlanjutnya pelanggaran hak-hak umat Islam di negara ini.
Senin (28/8/2017) Qassemi menyinggung berlanjutnya aksi tidak manusiawi dan kekerasan terhadap Muslim Myanmar dan mengatakan, "Dalam rangka penghormatan terhadap hak-hak prinsip dan kehormatan manusia sebagai sebuah norma yang diterima internasional, pemerintah Republik Islam Iran secara tegas menyatakan ketidakpuasan atas berlanjutnya pelanggaran hak-hak Muslim Myanmar yang berujung pada pembunuhan dan juga pengungsian terpaksa banyak dari mereka, serta sangat menyayangkan berlanjutnya kondisi menyedihkan tersebut."
Jubir Kemenlu Iran menuntut pemerintah Myanmar untuk secara bijak dan mengambil keputusan rasional dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kerukunan hidup di negaranya.
Tercatat lebih dari satu juta warga Muslim hidup di Myanmar, akan tetapi pemerintah menolak memberikan hak dan layanan sipil mereka.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu memperingatkan kondisi hidup menyedihkan kaum minoritas Muslim Rohingya di Myanmar dan menyatakan bahwa warga Muslim negara ini terpaksa hidup dengan kondisi yang sangat menyedihkan.(MZ)