Iran Minta Garansi Eropa Soal Kesepakatan Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56598-iran_minta_garansi_eropa_soal_kesepakatan_nuklir
Presiden Hassan Rouhani menegaskan kembali bahwa kepentingan Iran dalam kesepakatan nuklir (JCPOA) harus dipastikan secara akurat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 11, 2018 03:35 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
    Presiden Iran dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Presiden Hassan Rouhani menegaskan kembali bahwa kepentingan Iran dalam kesepakatan nuklir (JCPOA) harus dipastikan secara akurat.

Dalam percakapan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (10/5/2018) malam, Rouhani mendesak Uni Eropa terutama Jerman, Perancis, dan Inggris untuk menyatakan sikap tegas mereka terkait pemenuhan kepentingan Iran di bawah JCPOA setelah keluarnya AS dari kesepakatan.

Dia menambahkan bahwa kepentingan Iran dalam isu-isu penting yang berhubungan dengan JCPOA, seperti penjualan minyak, gas dan produk petrokimia, dan hubungan perbankan harus diperjelas dan dijamin.

"Isu-isu yang dapat membantu melestarikan JCPOA harus dibahas dalam kesempatan beberapa pekan dan selama pertemuan antara para menteri luar negeri dan tim ahli dari Iran dan negara-negara Eropa," kata Presiden Rouhani.

Presiden Iran menggambarkan penarikan sepihak AS sebagai langkah yang melanggar hukum internasional, gegabah, dan menyalahi etika diplomatik.

"Jika sebuah kesepakatan yang dipertegas dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, dilanggar seperti itu, maka ini akan memiliki konsekuensi yang merugikan di tingkat internasional," tegasnya.

Mengacu pada kerjasama Iran-Jerman dalam isu-isu regional, Rouhani menuturkan Iran selalu berusaha meredam ketegangan di kawasan dan tidak pernah menyambut munculnya konflik baru di Timur Tengah.

Sementara itu, Kanselir Jerman menyesalkan penarikan AS dari JCPOA, dan mengatakan Uni Eropa akan tetap berkomitmen dengan kesepakatan internasional ini.

"Mempertahankan JCPOA sangat penting bagi Eropa," ujar Merkel.

Dia juga menyerukan penguatan dialog antara Berlin dan Tehran mengenai isu-isu regional. (RM)