Iran Aktualita, 2 Maret 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68013-iran_aktualita_2_maret_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dengan para pelantun syair dan kidung Ahlul Bait as dari seluruh penjuru Republik Islam Iran.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Mar 02, 2019 14:30 Asia/Jakarta
  • Rahbar dan presiden Suriah
    Rahbar dan presiden Suriah

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dengan para pelantun syair dan kidung Ahlul Bait as dari seluruh penjuru Republik Islam Iran.

Selain itu, pertemuan Rahbar dan Presiden Iran, Hassan Rouhani dengan Presiden Suriah Bashar Assad, Zarif batal mengundurkan dari dari jabatan menlu Iran, kemampuan Iran memproduksi 120 jenis obat lokal di tengah derasnya sanksi AS, dan atlet lempar cakram Iran meraih meedali emas.

 

Ayatullah Khamenei

Rahbar: Kini, Iran Lebih Kuat dari Empat Dekade Silam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan para pelantun syair dan kidung Ahlul Bait as dari seluruh penjuru Republik Islam Iran pada hari Selasa, 26 Februari 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Rahbar mengucapkan selamat atas hari kelahiran Putri tercinta Rasulullah Saw, Sayidah Fatimah Zahra as yang jatuh pada tanggal 20 Jumadil Tsani.

Ayatullah Khamenei mengatakan rakyat Republik Islam Iran hari ini lebih kuat dari 40 tahun lalu, sementara musuh semakin lemah.

Selama empat dekade, musuh dengan seluruh kemampuan dan fasilitasnya berbaris menghadapi Republik Islam Iran, bahkan sempat memukul negara ini, tapi rakyat Iran dengan bertawakal kepada Allah Swt dan melaksanakan kewajiban mereka, berhasil mengatasi konspirasi tersebut dan sekarang lebih kuat dari masa-masa sebelumnya, sementara di sisi lain, front musuh semakin melemah.

Ayatullah Khamenei menambahkan, hari ini pembagian barisan haq dan batil, tidak berbeda dengan pembagian barisan di masa Nabi-nabi Agung as dan di masa para Imam Maksum as, saat ini pun kubu anti-Revolusi Islam akan bernasib sama, dan kita jangan pernah takut kepada musuh serta salah perhitungan.

 

Ayatullah Khamenei dan Bashar Assad

Presiden Suriah Temui Ayatullah Khamenei

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Presiden Suriah, Bashar Assad hari Senin (25/2) mengatakan, Republik Islam bangga mendukung rakyat Suriah dan menganggap dukungan ini sama dengan dukungan kepada seluruh Front Muqawama.

Ayatullah Khemenei menyebut perlawanan rakyat dan pemerintah Suriah sebagai alasan utama di balik kekalahan Amerika Serikat dan pasukan bayaran regionalnya. Dia menilai dukungan kepada rakyat dan pemerintah Suriah sebagai dukungan kepada gerakan perlawanan, dan Republik Islam bangga atas dukungan tersebut.

Ayatullah Khamenei menuturkan, gagasan zona penyangga di Suriah utara adalah konspirasi baru AS, dan kemenangan Front Muqawama di Suriah telah membuat para pejabat Wahington marah dan mendorong mereka untuk membuat plot baru.

Rahbar menambahkan, rencana Amerika untuk mempertahankan kehadiran efektif di sepanjang perbatasan Irak-Suriah adalah plot lain para pejabat Washington.

Menurutnya, Iran dan Suriah memiliki hubungan strategis yang mendalam, dan kekuatan Front Muqawama bergantung pada hubungan berkesinambungan dan strategis ini, sehingga musuh tidak akan mampu untuk mewujudkan rencananya.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung dukungan Iran kepada rakyat dan pemerintah Suriah sejak pecahnya krisis negara Arab ini. Rahbar mengatakan, melalui perlawanan dan kerja sama rakyatnya, Suriah berhasil berdiri dengan cepat melawan koalisi besar yang terdiri dari Amerika, Eropa dan sekutu mereka di kawasan dan bahkan muncul sebagai pemenang dalam krisis ini.

Sementara itu, Bashar al-Assad dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa upaya AS untuk memecah belah Suriah tidak akan berhasil. Presiden Suriah mengucapkan selamat kepada Rahbar dan rakyat Iran atas peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam. Menurutnya, Republik Islam dalam empat dekade terakhir ini telah membentuk sebuah contoh yang harus diikuti dalam membangun negara yang kuat dan mampu mewujudkan kepentingan rakyatnya serta menentang intervensi asing.

 

Pertemuan Presiden Iran dan Suriah

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Suriah, Bashar Assad mengatakan Tehran akan mendukung, bekerja sama dan membantu pemerintah Damaskus seperti sebelumnya.

"Dalam memerangi terorisme di Suriah, Republik Islam Iran selalu berdiri di samping rakyat dan pemerintah negara ini serta tidak mengabaikan upaya apapun dalam hal ini," tegasnya.

Rouhani menambahkan Republik Islam Iran siap berperan dalam rekonstruksi Suriah dan kami mendukung pemerintah Damaskus dalam proses stabilitas dan kembalinya para pengungsi Suriah.

"Republik Islam Iran dan Suriah memiliki banyak ikatan agama dan budaya dan hubungan antarkedua negara didasarkan pada persaudaraan dan persatuan," tuturnya.

Rouhani lebih lanjut menggambarkan kunjungan terbaru Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri ke Suriah sebagai langkah efektif dan sukses.

Sementara itu, presiden Suriah mengatakan bahwa rakyat dan pemerintah negaranya selalu mengapresiasi dukungan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, pemerintah dan bangsa Iran dalam memerangi terorisme di Suriah dan kawasan.

"Hari ini, Suriah menikmati lebih banyak keamanan dan stabilitas dibandingkan dengan masa lalu," kata Assad.

Dia menambahkan, kami mengakui pendekatan Iran dalam kerja sama multilateral, termasuk perundingan Astana dan KTT Sochi baru-baru ini.

 

Rahbar, Presiden Iran dan PM Armenia

Rahbar dan Presiden Iran Bertemu PM Armenia

Ayatullah Khamenei bertemu dengan PM Armenia Nikol Pashinyan pada Rabu sore, 27 Februari 2019. PM Armenia dan delegasi yang menyertainya tiba di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran pada Rabu pagi dan disambut hangat oleh Presiden Hassan Rouhani dan para pejabat tinggi negara ini.

Sebelumnya, Iran dan Armenia menandatangani dua nota kesepahaman kerja sama kedua negara. Penandatangan dua MoU itu dilakukan oleh Institut Standar dan Penelitian Industri Iran dan Armenia Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Investasi.

MoU lainnya ditandatangani antara Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Investasi Armenia dan Dewan Tinggi Perdagangan Bebas, Industri dan Zona Ekonomi Khusus Iran. Presiden Iran dan PM menyaksikan langsung proses penandatanganan dokumen tersebut.

Dalam jumpa pers bersama, Rouhani menggambarkan hubungan antara Iran dan Armenia tumbuh pesat dan kedua negara memiliki motivasi dan kemauan yang cukup untuk meningkatkan hubungan tersebut.

 

Menlu Iran, Mohamamd Javad Zarif

Zarif Lanjutkan Jabatan Menlu Iran

Mohammad Javad Zarif mengumumkan akan melanjutkan tugasnya di kementerian luar negeri Iran setelah Presiden Hassan Rouhani menolak pengajuan pengunduran dirinya.

Zarif, Rabu (27/2/2019) di laman Instagramnya menulis, perhatian saya hanya terpusat pada upaya meningkatkan kebijakan luar negeri dan kredibilitas kemenlu sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk memajukan kebijakan luar negeri dan garda depan untuk melindungi kepentingan nasional serta hak rakyat Iran di arena internasional.

Zarif berharap, kemenlu Iran dengan kerja sama dan dukungan semua pihak serta kebijaksanaan dan pengawasan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, juga Presiden Iran, mampu menjalankan seluruh kewajibannya dalam kerangka konstitusi dan kebijakan umum negara secara kompeten.

Mohammad Javad Zarif, Senin (25/2) malam lalu di laman Instagramnya mengumumkan pengunduran diri, namun hari ini, Rabu (27/2) Presiden Hassan Rouhani menolaknya.

Digencet Sanksi, Iran Bisa Produksi 120 Jenis Obat Lokal

Kepala Badan Obat dan Makanan Iran, Mehdi Mirsalehi mengatakan, sebanyak 120 jenis obat lokal berhasil diproduksi selama setahun, di saat negara ini berada dalam tekanan sanksi AS.

"97 persen pasar obat Iran produksi dalam negeri. Ini tentu sebuah kebanggaan dalam kondisi ditekan sanksi," ujar Mirsalehi.

Sebelumnya, Sekretaris Asosiasi Eksportir Peralatan Medis Iran, Mohammad Reza Kompani mengatakan, peralatan medis produksi negara ini telah diekspor ke 40 negara dunia senilai 24 juta dolar.

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS, Donald Trump secara sepihak mengumumkan negaranya keluar dari JCPOA, dan kembali menjatuhkan sanksi nuklir terhadap Iran.

 

Hamed Ameri

Atlet Lempar Cakram Iran Raih Medali Emas

Hamed Amiri, wakil Republik Islam Iran di pertandingan internasional lempar cakram di Uni Emirat Arab berhasil meraih medali emas. Di hari ketiga pertandingan internasional ini, Hamed Amiri di cabang lempar cakram dan di kelas F54 berhasil mencatat rekor 27/67 serta menempati posisi pertama dan meraih medail emas.

Di cabang olah raga ini, atlet dari Perancis menempati posisi kedua dengan rekor 22/47, sementara atlet tuan rumah menempati posisi ketiga dengan catatan 20/94.

Sampai saat ini, atlet disabilitas Iran untuk cabang lari berhasil meraih empat medali emas, satu perak dan satu perunggu. Pertandingan internasional di UEA ini diikuti 36 negara dunia dan dimulai di Dubai hari Ahad (24/2) serta berlanjut hingga hari Rabu (27/2).(PH)