Zarif: AS Sumber Instabilitas Timteng !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68658-zarif_as_sumber_instabilitas_timteng_!
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Jumat malam mereaksi dukungan AS terhadap klaim rezim Zionis atas kepemilikan Golan, dan menyebut dukungan Washington tersebut menunjukkan kekhawatiran sebuah imperium yang berada di ambang kehancuran.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 23, 2019 10:49 Asia/Jakarta
  • Menteri luar negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif
    Menteri luar negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Jumat malam mereaksi dukungan AS terhadap klaim rezim Zionis atas kepemilikan Golan, dan menyebut dukungan Washington tersebut menunjukkan kekhawatiran sebuah imperium yang berada di ambang kehancuran.

Zarif di akun Twitternya menyebut AS sebagai sumber instabilitas di Timur Tengah.

"Washington mengira dengan melanggar aturan internasional, menindas bangsa lain yang berdaulat dan memeras negara yang berada dalam pengaruhnya, telah memperlihatkan kekuatannya, tapi semuanya keliru," ujar Menlu Iran.

"Sebaliknya, sepak terjang destruktif AS justru menandakan ketakutan sebuah imperium yang diambang kehancuran," tegasnya. 

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump di akun Twitternya hari Kamis menegaskan dukungan Washington terhadap rezim Zionis atas dataran tinggi Golan.

"Setelah 52 tahun, tiba saatnya AS mengakui secara resmi penguasaan penuh Israel terhadap dataran tinggi Golan," cuit Trump.

Statemen presiden AS ini memicu gelombang kecaman keras dari berbagai kalangan di dunia.

 

Presiden AS, Donald Trump

Deputi Juru Bicara PBB Kamis malam mereaksi pernyataan Trump dengan mengatakan, "Kami tetap berkomitmen penuh terhadap resolusi PBB mengenai dataran tinggi Golan,".

Juru Bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Maja Kocijančič menegaskan, Uni Eropa tidak mengakui penguasaan Israel terhadap Golan yang didudukinya.

Pada tahun 1967, rezim Zionis menguasai sekitar 1.200 kilometer  wilayah Suriah di dataran tinggi Golan, dan setelah beberapa lama mengumumkan wilayah ini bagian dari teritorial rezim Zionis.

Publik dunia tidak mengakui klaim Israel tersebut. Dewan Keamanan PBB juga menyebut bercokolnya Israel di Golan sebagai bentuk pendudukan.(PH)