Soal Sanksi Minyak Iran, Zarif Sebut AS Bukan Polisi Dunia
-
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menganggap Amerika Serikat bukan perunding yang kredibel dan mengatakan, AS tidak menghargai hukum internasional dan bahkan keputusan yang dibuat oleh mereka sendiri.
Dia menyampaikan hal itu kepada wartawan setelah mendarat di New York, AS pada Selasa (23/4/2019) siang. Demikian dikutip kantor berita IRNA.
Menurut Zarif, kepatuhan terhadap kesepakatan adalah landasan dalam hubungan internasional, dan ia meminta para pejabat AS untuk menghormati rakyat Iran dan komitmen internasionalnya.
Dia menegaskan rakyat Iran tidak akan pernah tunduk di hadapan sikap arogan dan agresif. AS harus berbicara dengan rakyat Iran dengan sopan dan sikap hormat.
Soal berakhirnya periode enam bulan keringanan sanksi AS terhadap pembeli minyak Iran, Zarif menandaskan keringanan dan pembatalannya sama-sama tidak penting bagi kami.
Amerika, lanjutnya, bukan polisi dunia yang bisa memberikan keringanan atau pembatalan.
Di bagian lain, menlu Iran menyoroti tindakan destruktif Washington di wilayah Timur Tengah dan menuturkan, AS dan sekutunya termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendukung ekstremisme dan terorisme di kawasan.
"AS perlu meninjau ulang kebijakannya dan kembali menunjukkan perilaku yang normal," pungkasnya. (RM)