Iran Aktualita, 28 April 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69605-iran_aktualita_28_april_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Rahbar dengan para buruh memperingati pekan buruh nasional di Iran.
(last modified 2026-04-29T10:04:52+00:00 )
Apr 28, 2019 07:06 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Rahbar dengan para buruh memperingati pekan buruh nasional di Iran.

Isu lainnya mengenai kunjungan perdana menteri Pakistan ke Iran, dan pernyataan Presiden Rouhani bahwa konspirasi AS terhadap bangsa Iran akan gagal. Menlu Iran menyampaikan pidato di sidang PBB menyikapi unilateralisme AS yang mengancam multikulturalisme global dan pernyataan menteri kebudayaan Iran mengenai jalur sutra sebagai jalan budaya. Terakhir tentang kesiapan IRIB bekerja sama dengan TVRI yang disampaikan langsung direktur utamanya.

 

Pertemuan antara buruh Iran dengan Rahbar

Rahbar: Iran akan Balas Plot Baru AS !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, musuh memusatkan tekanan di bidang ekonomi supaya bangsa Iran menyerah, tapi bangsa Iran tidak akan pernah bertekuk lutut, dan akan membalas langkah AS, juga akan memanfaatkan sanksi ini untuk pertumbuhan dan kemajuannya.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan buruh Iran hari Rabu (24/4) menyinggung upaya AS untuk menutup akses ekspor minyak Iran.

"Bangsa Iran yang aktif dan pejabat Iran yang waspada percaya bahwa tekad kuat akan membuka jalan dari kebuntuan, dan pastinya upaya AS tidak akan pernah tercapai, sebab Republik Islam akan mengekspor minyak sesuai kebutuhannya," ujar Rahbar.

"Ketahuilah, permusuhan kalian (AS) terhadap bangsa Iran tidak akan dibiarkan begitu saja, sebab Iran bukan bangsa yang bisa tinggal diam menyaksikan plot dan konspirasi musuh merajalela," tegasnya.

Mengenai ketergantungan terhadap pendapatan minyak, Ayatullah Khamenei mengungkapkan, "Pengurangan terhadap ketergantungan atas penjualan minyak bisa menjadi peluang bagi kita, dan kita bisa menggunakannya untuk mengoptimalkan kekuatan dalam negeri,". 

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyinggung klaim bohong para pejabat AS, dengan mengatakan, "Mereka mengatakan permusuhannya dengan Republik Islam bukan dengan bangsa Iran. Tapi memusuhi Republik Islam Iran berarti sama saja dengan memusuhi bangsa Iran. Sebab, Republik Islam Iran berdiri dengan bantuan dan dukungan rakyat. Tanpa bantuan dan dukungan rakyat, Republik Islam tidak akan pernah ada,".

 

Pertemuan antara Rahbar dengan PM Pakistan

Ayatullah Khamenei Tekankan Penguatan Hubungan Iran-Pakistan

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan menilai hubungan antara rakyat Iran-Pakistan selama ini kuat dan sepenuh hati, dan menekankan bahwa hubungan kedua pihak harus ditingkatkan meski dimusuhi oleh pihak tertentu.

Ayatullah Khamanei menyebut isu keamanan di perbatasan Iran-Pakistan sebagai hal yang penting.

"Kelompok-kelompok teroris perusak keamanan di perbatasan, mendapat dukungan dana dan senjata dari musuh. Tindakan merusak keamanan ini bertujuan untuk melukai hubungan persahabatan antara kedua negara," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Rahbar berterimakasih atas bantuan pemerintah Pakistan terhadap korban banjir Iran dan berharap kunjungan Imran Khan akan bermanfaat dan konstruktif bagi kedua negara.

Sementara itu, Imran Khan mengatakan beberapa pihak tidak ingin hubungan antara Tehran dan Islamabad menguat. Namun, lanjutnya, kami akan berusaha untuk memperkuat hubungan bilateral lebih dari sebelumnya dan kami akan terus menjalin kontak dengan Republik Islam Iran.

Dia menyatakan bahwa penjarahan terbesar kekayaan India terjadi selama era penjajahan Inggris di negara tersebut.

"Inggris telah menjarah semua kekayaan India, menghancurkan sistem pendidikannya dan menganggap India sebagai koloni mereka yang berharga," tambahnya.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

Rouhani: Konspirasi AS terhadap Bangsa Iran akan Gagal !

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, AS selama empat dekade lalu setaip hari melancarkan plot baru terhadap bangsa Iran, tapi senantiasa gagal.

Presiden Rouhani dalam rapat kabinet menunjukkan langkah AS saat ini di tingkat internasional, regional, politik, dan propagandanya tidak pernah berhasil.

"Bangsa Iran tetap tegar dan resisten menghadapi aksi ilegal AS," ujar Rouhani.

"Pihak agresor yang ingin melakukan langkah demi langkah untuk menekan bangsa Iran harus paham bahwa mereka memilih jalan keliru," tegasnya.

Menyikapi langkah Presiden AS, Donald Trump yang berupaya menutup seluruh akses penjualan minyak Iran, Rouhani mengatakan bahwa Iran akan menggunakan berbagai cara untuk menjual minyaknya.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Zarif: Unilateralisme Trump, Ancaman Multikulturalisme Global

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Amerika Serikat harus dicegah dalam mewujudkan kepentingannya dengan melakukan aksi ilegal demi menjaga dan mempertahankan multilateralisme di dunia.

Mohammad Javad Zarif dalam sidang Majelis Umum PBB hari Rabu (24/4) memperingati "Hari Internasional Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian" mengatakan, segala bentuk tekanan AS terhadap negara lain harus ditolak, karena melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Setelah mengambil langkah ilegal terhadap Pasdaran, Gedung Putih melanjutkan kebijakan sepihaknya dengan mencabut pengecualian bagi negara-negara dunia dalam pembelian minyak Iran. Masalah ini menunjukkan tirani Amerika yang tidak memiliki komitmen terhadap pihak manapun termasuk sekutunya sendiri dengan mengorbankan kepentingan setiap negara demi mewujudkan tujuannya. Kelanjutan pendekatan ini menjadi ancaman serius bagi multilateralisme di kancah internasional.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami dalam  Konferensi Keamanan Internasional kedelapan di Moskow mengatakan, Republik Islam berhak menggunakan kekuatan pertahanannya untuk menjamin kemakmuran rakyat Iran dan memerangi terorisme ekonomi AS.

 

Seyed Abbas Salehi

Menbud Iran: Jalur Sutra, Jalan Budaya

Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, Seyed Abbas Salehi mengatakan, Cina dan Iran sebagai dua negara yang melahirkan kebudayaan dan peradaban di masa lalu akan menghidupkan jalur sutra sebagai jalan budaya.

Salehi dalam pertemuan dengan Duta Besar Cina untuk Iran, Pang Sen mengatakan, penerjemahan karya sastra monumental Iran ke bahasa Cina, penyelenggaraan pengajaran bahasa dan sastra Farsi di Cina, sebaliknya pengajaran bahasa dan sastra Cina di Iran, serta penerjemahan karya-karya berbahasa Cina ke Farsi, termasuk sejumlah agenda yang bisa mempererat hubungan kedua negara.

"Arus media mainstream Barat dengan pandangannya sangat terbatas dalam memahami negara-negara timur. Media Cina dan Iran bisa menjadi media independen untuk menjalin kerja sama," ujar menteri kebudayaan dan bimbingan Islam Iran.

Sementara itu, Duta Besar Cina untuk Iran dalam pertemuan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan pemerintah Iran kepada Cina sebagai tamu khusus pameran buku internasional Tehran ke-33.

"Undangan untuk Cina sebagai tamu khusus berpengaruh terhadap hubungan bersejarah kedua negara. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk memperluas hubungan kebudayaan kedua pihak," tegas Pang Sen.

Pameran buku internasional Tehran ke-32 tahun ini mengusung slogan "Membaca adalah kekuatan" yang dimulai sejak 24 April hingga 4 Mei 2019.

 

Pertemuan pimpinan IRIB dan TVRI

Direktur IRIB: Kami Siap Kerja Sama dengan TVRI

Direktur Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) Ali Askari mengatakan pihaknya siap untuk menjalin kerja sama dengan Republik Indonesia di semua bidang.

"IRIB bisa bekerja sama dengan Indonesia di semua bidang, baik di sektor infrastruktur dan teknis, maupun dalam hal konten seperti film, serial dan dokumenter," kata Askari dalam pertemuan dengan Direktur Utama LPP Televisi Republik Indonesia (TVRI) Helmy Yahya, di gedung IRIB, Senin (22/4/2019).

"IRIB adalah salah satu broadcasters besar dunia dengan dimensi global, yang memiliki 66 jaringan televisi dan sekitar 90 jaringan radio," tegasnya.

Sementara itu, Dirut LPP TVRI Yahya Helmy yang didampingi oleh Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Iran Octavino Alimudin dan beberapa staf TVRI mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Direktur IRIB.

Helmy Yahya berharap pertemuan tersebut akan berpengaruh pada masa depan hubungan antara Indonesia dan Iran.

Dia menyinggung minimnya informasi, baik informasi masyarakat Iran tentang Indonesia ataupun sebaliknya, terutama informasi mengenai kemajuan Iran pasca revolusi.

Helmy Yahya menuturkan, pendalaman kerja sama media dapat mendorong kedua bangsa untuk lebih saling mengenal dan akrab satu sama lain. Oleh karena itu, lanjutnya, kami berharap kesempatan ini bisa digunakan untuk merealisasikan perjanjian kerja sama yangb telah dicapai.(PH)