Iran dan Suriah; Dari Perang Melawan Terorisme Hingga Kerja Sama Ekonomi
Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran melakukan kunjungan ke Damaskus, ibukota Suriah dengan tujuan menindaklanjuti sejumlah kerja sama ekonomi dengan Suriah dan mencari cara untuk mengembangkannya.
Mohammad Eslami, Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran hari Kamis, 29 Agustus melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan Imad Khamis, Perdana Menteri Suriah di Damaskus. Dalam pertemuan ini, kedua pihak membicarakan kendala yang ada di jalur nota kesepakatan ekonomi yang telah ditandatangani Iran dan Suriah.
Sebelumnya pada hari Rabu, 28 Agustus, Eslami juga melakukan pertemuan dengan Muhammad Samir al-Khalil, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah serta berpartisipasi dalam pertemuan pertama kamar dagang bersama dua negara di Suriah.
Iran dan Suriah dalam kerangka kerja sama strategis di semua bidang mengejar perluasan hubungan bilateral. Iran dan Suriah sebagai dua mitra yang dapat dipercaya telah mendefinisikan tujuan jangka panjang bagi keduanya, dimana perluasan kerja sama ekonomi merupakan salah satu di antaranya.
Sekaitan dengan hal ini, Muhammad Samir al-Khalil, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah dalam pertemuan kamar dagang bersama di Damaskus mengatakan, "Suriah menginginkan perluasan kerja sama perdagangan dan ekonomi jangka panjang dengan Iran."
Hari ini, Suriah di bidang restrukturisasi dan pengembangan ekonomi memiliki kapasitas yang baik bagi perusahaan Iran agar berpartisipasi secara luas dan efektif di pasar aktif ini.
Sejumlah besar proyek investasi di Suriah adalah peluang bagus bagi perusahaan Iran untuk memainkan peran penting dalam proses rekonstruksi kehancuran Suriah.
Dalam hal ini, Mohammad Eslami, Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran di Damaskus menjelaskan bahwa Iran menginginkan perluasan kerja sama dengan Suriah di segala bidang. Menurutnya, "Perusahaan-perusahaan Iran menjadikan prioritas aktivitasnya untuk berpartisipasi dalam merekonstruksi Suriah."
Tidak diragukan lagi bahwa rekonstruksi kehancuran Suriah akibat perang melawan berbagai kelompok teroris menjadi prioritas pemerintah dan rakyat negara ini, sehingga Suriah dapat kembali lagi ke hari-hari sebelum berperang dengan terorisme.
Hari ini, Suriah menghadapi volume luar biasa kerusakan infrastruktur termasuk jalan, pabrik dan bahkan jasa. Kembalinya kehidupan normal di Suriah menjadi tanggung jawab kelompok-kelompok rekonstruksi negara ini.
Di sini, negara-negara sahabat Suriah, khususnya Republik Islam Iran dapat membantu negara ini melewati kondisi yang ada hingga dapat membangun kembali ekonomi negara ini.
Sebagaimana Iran berdiri bersama pemerintah dan militer Suriah dalam memerangi berbagai kelompok teroris dan mengalahkan mereka, sekarang Iran juga menjadi mitra terpercaya negara ini dalam proses merekonstruksi Suriah.
Iran memiliki peran penting dalam perang melawan para teroris bayaran di Suriah dan kerja sama konsultatif dengan militer Suriah mampu mencegah konspirasi pendukung teroris di negara ini.
Sekarang Suriah telah melewati tahapan perang melawan para teroris bayaran, namun menghadapi bagian besar kerusakan yang ditinggalkan para teroris ini.
Kebersamaan dan kerja sama ekonomi Iran dan Suriah tidak kurang dari kerja sama konsultatif Tehran dengan Damaskus dalam perang melawan terorisme, bahkan boleh jadi lebih penting karena luasnya kerusakan yang terjadi di Suriah.
Dalam kondisi yang demikian, partisipasi aktif perusahaan-perusahaan Iran di Suriah untuk merekonstruksi kerusakan di negara ini memiliki urgensi strategis dan pemerintah Suriah menyambut masalah ini.
Dalam hal ini, Muhammad Samir al-Khalil, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah menekankan, "Perusahaan-perusahaan Iran dengan partisipasi aktif dalam proses rekonstruksi Suriah berhasil melaksanakan berbagai rencana."