Kontak Macron, Rouhani kembali Peringatkan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i73378-kontak_macron_rouhani_kembali_peringatkan_eropa
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani Sabtu (31/08) malam dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron menekankan, jika Eropa tidak mampu menjalankan komitmennya, Iran akan melaksanakan langkah ketiga penurunan kepatuhannya di JCPOA.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Sep 01, 2019 11:17 Asia/Jakarta
  • Rouhani dan Macron
    Rouhani dan Macron

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani Sabtu (31/08) malam dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron menekankan, jika Eropa tidak mampu menjalankan komitmennya, Iran akan melaksanakan langkah ketiga penurunan kepatuhannya di JCPOA.

Menurut laporan pusat penerangan kantor kepresidenan Iran, Hassan Rouhani di kontak telepon ini menilai serius upaya Paris untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dan mengungkapkan, kunjungan Menlu Mohammad Javad Zarif ke Perancis sangat penting bagi opini publik dan politik regional serta dunia dan patut untuk diperhatikan.

Iran dan Kelompok 4+1 di Perjanjian Nuklir JCPOA

Presiden Iran seraya menjelaskan bahwa pendekatan utama Iran adalah mempertahankan JCPOA dan senantiasa berusaha keras dalam masalah ini, menekankan, implementasi penuh komitmen pihak-pihak di JCPOA dan menjamin keamanan navigasi bebas di seluruh perairan termasuk Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan dua tujuan utama Iran di perundingan saat ini.

Rouhani menilai ketidakpatuhan terhadap JCPOA dan keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan ini ditujukan untuk menciptakan beragam kesulitan bagi interaksi Iran dengan negara lain. "Sangat disayangkan pasca langkah sepihak Amerika, negara-negara Eropa tidak mengambil langkah praktis untuk melaksanakan komitmennya," ungkap Rouhani.

Presiden Iran menyebut pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran sebagai peluang bagi perundingan berikutnya dan menekankan, jika Eropa tidak mampu merealisasikan komitmennya, Iran akan melaksanakan langkah ketika mengurangi kepatuhannya di JCPOA, namun demikian langkah ini seperti langkah sebelumnya dapat ditarik.

"Isi JCPOA tidak dapat diubah dan seluruh pihak harus komitmen dengan konten perjanjian ini," papar presiden Iran.

Sementara itu, Presiden Perancis, Emmanuel Macron di kontak telepon ini menilai positif kunjungan Zarif ke Paris dan mengatakan, kunjungan ini telah membuktikan tekad Iran untuk menjamin kepentingannya dan komitmen terhadap prinsip perjanjian.

Presiden Perancis seraya menjelaskan bahwa kegagalan JCPOA akan memuaskan mayoritas kubu ekstrim di tingkat internasional menambahkan, kedua pihak harus menemukan solusi untuk menjamin kepentingan timbal balik.

Macron juga menuntut perluasan kerja sama Iran dan Perancis untuk menyelesaikan isu-isu regional termasuk krisis Yaman. (MF)