Iran Aktualita, 28 September 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74171-iran_aktualita_28_september_2019
Transformasi Iran sepekan terakhir lebih menitikberatkan lawatan Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB ke-74.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 28, 2019 13:46 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran
    Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Transformasi Iran sepekan terakhir lebih menitikberatkan lawatan Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB ke-74.

Namun dikarenakan sebelum bertolak ke New York, Presiden Rouhani masih menyempatkan diri membuka tahun ajaran baru Iran, maka Iran Aktualita pekan ini akan dimulai dengan Pembukaan Tahun Ajaran Baru di Iran. Selain itu, ada sidang Ketujuh Dewan Ahli Kepemimpinan dan Pertemuan dengan Rahbar.

Pembukaan Tahun Ajaran Baru di Iran

Tahun Ajaran Baru 1398-1399 HS (2019-2020) di Republik Islam Iran dimulai pada Senin pekan lalu tanggal 1 Mehr 1398 HS yang bertepatan dengan tanggal 23 September 2019.

Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri pembukaan Tahun Ajaran Baru di Sekolah Putri, Hazrat Khadijah sa di Tehran, ibu kota Iran, Senin pagi.

Presiden Hassan Rouhani meresmikan dimulainya tahun ajaran baru di Iran

Dalam pidatonya, dia mengatakan, dalam enam tahun terakhir anggaran pendidikan naik tiga kali lipat (peningkatan 300%) dan rata-rata gaji guru naik empat kali lipat (peningkatan 400%) dalam kurun waktu yang sama.

Pembukaan Tahun Ajaran Baru di Iran yang dimulai pada hari Senin ini, 1 Mehr 1398 HS ditandai dengan membunyikan bel sekolah oleh Presiden Rouhani.

"Pemerintah telah menggunakan semua upayanya untuk meningkatkan pendidikan di negara ini," kata Rouhani dalam acara tersebut.

Kepada para siswa presiden Iran bertanya, apakah ruang sekolah untuk kalian adalah ruang yang menyenangkan, bahagia dan energik?

"Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah, keluarga, guru, dan pejabat sekolah agar ruang sekolah berubah menjadi menyenangkan dan lebih bahagia dan juga tempat yang aman bagi siswa?" tanyanya.

Rouhani juga menyatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk mencari tahu  mengenai kekurangan apa yang perlu diatasi.

"Apa yang kita inginkan adalah agar Kementerian Pendidikan dan badan manajemen pendidikan siap untuk bekerja. Kita perlu membantu untuk membangun dan mempersiapkan sekolah dan mempekerjakan guru serta menyediakan kementerian dengan anggaran yang dibutuhkan semaksimal yang kita bisa," imbuhnya.

Presiden Iran menegaskan, pemerintah telah bekerja semaksimal mungkin untuk menyediakan sekolah yang lebih baik, gaji yang lebih baik untuk guru dan buku pelajaran dan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

"Keluarga kalian harus menyampaikan masalah kepada pengelola sekolah karena masa depan dan pendidikan kalian sangat penting bagi kami," kara Rouhani kepada para siswa.

Dan guru, lanjut Rouhani, adalah pilar paling penting bagi negara dan sangat penting juga agar lingkungan sekolah  menjadi atmosfer yang menyenangkan bagi para siswa.

Pada Tahun Ajaran Baru ini, 14,4 juta siswa akan memulai studi mereka di seluruh negeri.

Lawatan Presiden Rouhani ke New York

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran pekan lalu setelah membuka tahun ajaran baru Iran, langsung bertolak ke New York untuk mengikuti sidang Majelis Umum PBB. Selain berpidato di depan Majelis Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani juga diagendakan akan bertemu dan melakukan pembicaraan dengan sejumlah kepala negara dan elit politik di Majelis Umum.

Lawatan Presiden Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, semua pihak harus kembali pada komitmennya sesuai kesepakatan nuklir JCPOA.

"Penarikan diri AS dari JCPOA, penerapan sanksi kejam terhadap Iran dan tindakan provokatif AS merupakan pemicu utama meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk Persia," ujar Rouhani di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Di PBB, lanjutnya, saya akan menyampaikan pesan perdamaian untuk kawasan dan menuntut diakhirinya intervensi asing di Teluk Persia dan Timur Tengah. "Misi utama kunjungan saya ke New York adalah menyampaikan pesan bangsa Iran kepada masyarakat internasional, yang sedang menghadapi sebuah perang ekonomi yang kejam," ujar Rouhani.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani, mengkritik keras pernyataan Troika Eropa (Inggris, Prancis dan Jerman) yang tanpa dasar menuding Iran terlibat dalam serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di New York, Rouhani mengatakan pernyataan Troika Eropa terhadap Iran dalam situasi genting saat ini benar-benar tidak konstruktif.

Dia menegaskan bahwa kerja sama negara-negara regional merupakan satu-satunya cara untuk menciptakan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan. Menurutnya, dukungan semua negara termasuk Inggris adalah penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Rouhani juga mengkritik Inggris yang tidak memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan nuklir JCPOA dan mengingatkan Boris Johnson bahwa salah satu komitmen negara-negara anggota JCPOA adalah menciptakan iklim ekonomi yang positif.

Dia meminta Troika Eropa untuk segera memenuhi komitmen JCPOA termasuk melaksanakan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX).

Berpidato di sidang Majelis Umum PBB di New York hari Rabu pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, kami tidak bisa percaya pada ajakan untuk negosiasi oleh orang-orang yang telah menerapkan sanksi yang paling keras terhadap bangsa Iran.

"Atas nama bangsa dan negara, saya ingin mengumumkan bahwa respon kami terhadap setiap perundingan di bawah sanksi adalah negatif," tegas Presiden Iran.

Rouhani menambahkan bahwa pemerintah dan rakyat Iran tetap konsisten melawan sanksi yang paling keras dalam 1,5 tahun terakhir, dan tidak akan pernah bernegosiasi dengan musuh yang berusaha memaksa Iran menyerah di bawah tekanan dan sanksi.

"Jika Anda membutuhkan jawaban positif dan seperti yang dikatakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, satu-satunya cara untuk memulai perundingan adalah kembali ke komitmen kesepakatan," pungkasnya.

Dia menjelaskan bahwa setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA, Iran tetap setia memenuhi semua komitmen nuklirnya, karena kami menghormati resolusi Dewan Keamanan, kami memberi kesempatan kepada Eropa untuk memenuhi 11 komitmennya yang dibuat untuk mengkompensasi dampak dari keluarnya AS.

Namun, lanjutnya, kami hanya mendengar kata-kata manis tanpa menyaksikan adanya langkah praktis yang diambil.

"Sekarang sudah jelas bagi semua bahwa AS mengabaikan komitmennya dan Eropa tidak mampu memenuhi kewajibannya," ungkap Rouhani.

Terakhir, Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai Koalisi Harapan sebagai prakarsa perdamaian dari Iran.

Pidato Hassan Rouhani di Sidang Majelis Umum PBB

Hassan Rouhani hari Rabu (25/9) mengatakan, doktrin dan kebijakan Iran selalu didasarkan pada perdamaian dan keamanan regional dan global. Presiden Iran mengaskan keseriusan negaranya melawan terorisme di kawasan Asia Barat, dan mewujudkan keamanan terutama di Teluk Persia selat strategis Hormuz. Meskipun demikian, Rouhani mengingatkan, segala bentuk aksi destabilitasi terhadap Iran akan menghadapi perlawanan dari Tehran.

Iran telah mengajukan prakarsa, termasuk dialog perdamaian regional di Teluk Persia, dan kini sedang mengejar implementasi kebijakan damai tersebut. Presiden Republik Islam Iran mengusulkan "Koalisi Harapan" demi mewujudkan perdamaian dan keamanan kawasan dan dunia.

Hassan Rouhani menyerukan semua negara yang terkena dampak perkembangan Teluk Persia dan Selat Hormuz bergabung dalam koalisi harapan. Inisiatif ini sebagai sebagai bagian dari tanggung jawab bersejarah Iran untuk menjaga keamanan, perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Tujuan dari inisiatif Iran ini untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan peningkatan kemajuan bagi rakyat dan negara-negara Selat Hormuz. Implementasinya membutuhkan rekonsiliasi, saling pengertian, dan hubungan damai antara negara kawasan.

Koalisi harapan mengusung prinsip-prinsip bersama antara lain: bahasa kolektif, pemahaman, penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial, kepatuhan terhadap Piagam dan Prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa, dialog, dan prinsip non-intervensi.

Tujuan dan prinsip dari Koalisi Harapan menunjukkan "upaya maksimal" Iran untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang berkesinambungan di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Sidang Ketujuh Dewan Ahli Kepemimpinan

Selasa pekan lalu, Dewan Ahli Kepemimpinan atau (Majles-e Khobregan-e Rahbari) periode kelima menggelar sidang ketujuh. Pertemuan yang dimulai dengan pidato Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan Ayatullah Ahmad Jannati itu digelar di gedung lama dewan ini di Tehran.

Setelah melaksanakan sidang, anggota Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) Iran bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pertemuan Rahbar dengan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan

Pertemuan tersebut berlangsung di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran usai berakhirnya pertemuan resmi ketujuh periode kelima Dewan Ahli Kepemimpinan Iran, Kamis, 26 September 2019.

Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei saat bertemu wakil rakyat Iran di Dewan Ahli Kepemimpinan (Majelis Khobregan) menyampaikan analisa umum terkait situasi negara dan menyebarluasnya slogan, kekuatan revolusioner serta politik Republik Islam Iran.

Ayatullah Khamenei menilai menyebarluasnya semangat Revolusi Islam Iran di seluruh kawasan adalah berkat pelajaran-pelajaran Perang Pertahanan Suci, dan sengat penting untuk membudayakannya di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, prasyarat dan pondasi kemajuan berkelanjutan Iran adalah tawakal kepada Allah Swt, perjuangan dan perlawanan, harapan pada masa depan, percaya kepada generasi muda khususnya pemuda revolusioner, persatuan setiap warga terutama di tengah angkatan revolusioner, dukungan nyata atas produksi dalam negeri, dan pemutusan harapan total atas pihak asing.

Rahbar menekankan bahwa jalan interaksi dan perundingan dengan negara manapun tidak tertutup, kecuali dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Ia menambahkan, akan tetapi dengan alasan apapun kita tidak boleh percaya kepada negara manapun yang mengibarkan bendera permusuhan terhadap Iran, terutama Amerika dan beberapa negara Eropa, karena mereka terang-terangan memusuhi rakyat Iran.