Kepada Haniyah, Zarif Tekankan Iran tetap Bersama Rakyat Palestina
-
Zarif-Haniyah
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Senin (18/11) malam dalam kontak telepon dengan Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengucapkan selamat atas kemenangan muqawama melawan rezim Zionis Israel.
Zarif di kontak telepon tersebut menekankan, Republik Islam Iran tetap bersama bangsa Palestina dan muqawama di Jalur Gaza.
FNA melaporkan, Mohammad Javad Zarif di kontak telepon ini mengingatkan, faktor-faktor kemenangan di Gaza adalah kekuatan muqawama dan persatuan mereka serta keunggulan moralnya di banding dengan penjajah.
Menlu Iran juga menyesalkan sikap pasif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di hadapan kejahatan rezim Zionis Israel di Jalur Gaza dan mengatakan, PBB tidak mampu menjalankan kewajiban moralnya karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat.
Sementara itu, Haniyah di kontak telepon ini seraya mengucapkan terima kasih atas kontak via telepon Zarif, juga memuji Republik Islam Iran karena mendukung rakyat Palestina dan muqawama.
Ketua Biro Politik Hamas ini menjelaskan, penjajah tidak akan mampu meraih ambisinya di medan tempur.
Menlu Iran Ahad (17/11) dalam kontaknya dengan Ziyad al-Nakhala, sekjen Jihad Islam Palestina seraya mengutuk agresi terbaru Israel ke Jalur Gaza, mengucapkan selamat kepada muqawama dan rakyat Palestina atas keberhasilan mereka memaksakan gencatan senjata kepada Israel.
Israel Selasa dini hari selama dua hari melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.
Selama serangan tersebut, sedikitnya 34 warga Palestina gugur syahid dan 100 lainnya terluka.
Muqawama Palestina membalas agresi tersebut dengan menembakkan lebih dari 400 roket dan rudal dari Gaza ke arah bumi pendudukan.
Balasan tegas muqawama memaksa Israel menerima gencatan senjata dengan mediasi Mesir. Gencatan senjata ini diberlakukan sejak Kamis dini hari.
Serangan Israel ke Gaza bukan hal baru, rezim ini senantiasa menarget rakyat tertindas Gaza dari darat, udara dan laut.
Jalur Gaza diblokade total Israel sejak tahun 2006 dan warga kawasan ini sangat menderita akibat blokade zalim tersebut. (MF)