Pesan Penting Manuver Gabungan AL Iran, Rusia dan Cina
Panglima Angkatan Laut (AL) Militer Republik Islam Iran Laksamana Hossein Khanzadi mengatakan, pesan manuver gabungan AL Iran, Rusia dan Cina adalah fakta bahwa musuh harus pergi dan meninggalkan kawasan.
"Latihan bersama AL Iran, Rusia, dan Cina dengan sandi 'Sabuk Keamanan Maritim' membawa manfaat bagi masyarakat internasional dan negara-negara regional serta dapat membawa perdamaian ke kawasan," kata Khanzadi pada hari Minggu (29/12/2019) sepert dilansir Iranpress.
Dia juga menyinggung konvergensi yang terbentuk selama latihan bersama angkatan laut antara kekuatan-kekuatan maritim utama dunia tersebut.
Menurutnya, hal itu menunjukkan fakta bahwa latihan bersama seperti ini dapat diterapkan di mana pun, dan bantuan akan diperlukan untuk meningkatkan keamanan laut lepas serta akan berfungsi sebagai "pengabar" keamanan bagi dunia.
"Kita harus menyatakan kepada semua negara regional dan negara-negara independen di dunia yang tidak berada di bawah bendera arogansi global bahwa mereka semua diundang untuk latihan angkatan laut berikutnya untuk bergabung dengan kami," ujarnya.
Dia menambahkan, latihan gabungan AL Iran, Rusia dan Cina telah dilakukan seperti yang telah direncanakan sebelumnya dan mengikuti apa yang disebut sebagai "sinyal-sinyal taktis."
Menurut Panglima AL Militer Iran, manuver militer gabungan tersebut merupakan sumber pengalaman baru dan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan kapasitas timbal balik.
Khanzadi menekankan bahwa latihan bersama akan dilakukan secara berkala. Dia menuturkan, negara-negara sahabat Iran, ketika melihat latihan bersama AL ini akan mengagumi dan menikmati aspek yang realistis dan konvergen serta berbasis keamanan, dan mereka bangga akan hal itu.
"Pesan yang jelas dari peristiwa ini untuk para musuh adalah bahwa mereka harus meninggalkan kawasan dan tidak ada ruang tersisa bagi mereka," pungkasnya.
Manuver militer gabungan Angkatan Laut (AL) Republik Islam Iran, Rusia dan Cina, CHIRU 2019, telah berakhir pada Minggu, 29 Desember 2019.
Menurut Humas Angkatan Bersenjata Iran, pada akhir latihan, helikopter dan tugboat milik AL Iran, Rusia, dan Cina bermanuver di depan kapal penghancur Sahand.
Panglima AL Iran Laksamana Hossein Khanzadi, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Mehdi Rabbani dan para komandan dan pejabat angkatan bersenjata dan militer lainnya hadir dalam upacara penutupan.
Manuver gabungan AL Iran, Rusia dan Cina dimulai pada 27 Desember 2019 dengan melibatkan unit-unit kapal perang ketiga negara tersebut di Pelabuhan Chabahar dan Samudera Hindia utara.
Iran, Rusia dan Cina telah memulai manuver maritim bersama pada Jumat pagi, 27 Desember 2019 di Samudera Hindia utara dan perairan terbuka yang meliputi area seluas 17.000 kilometer persegi.
Latihan militer gabungan AL tersebut bersandi "Marine Security Belt" dan berlangsung selama tiga hari.
Manuver AL gabungan Iran, Rusia dan Cina merupakan inisiatif pertama sejak kemengan Revolusi Islam 1979 di Iran yang menggulingkan rezim Shah Pahlevi, boneka Amerika Serikat.
Manuver bersama Iran, Cina dan Rusia dilakukan di tengah upaya AS untuk mengajak negara-negara dunia masuk ke dalam koalisi maritim untuk berpatroli di Teluk Persia. Upaya ini kurang mendapat tanggapan dari sekutu Washington.
Iran telah menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan negara-negara tetangganya untuk mengamankan Teluk Persia dengan menawarkan inisiatif regional HOPE (Hormuz Peace Endeavour). (RA)