Gaya Baru Pelanggaran HAM oleh Amerika
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78985-gaya_baru_pelanggaran_ham_oleh_amerika
Sekjen Dewan Tinggi HAM Iran, Ali Bagheri Kani dalam Sidang Dewan HAM PBB ke-43 di Jenewa, Swiss, mengatakan negara-negara yang menjatuhkan sanksi obat-obatan, tidak layak menjadi anggota Dewan HAM PBB.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 25, 2020 08:03 Asia/Jakarta
  • Gaya Baru Pelanggaran HAM oleh Amerika

Sekjen Dewan Tinggi HAM Iran, Ali Bagheri Kani dalam Sidang Dewan HAM PBB ke-43 di Jenewa, Swiss, mengatakan negara-negara yang menjatuhkan sanksi obat-obatan, tidak layak menjadi anggota Dewan HAM PBB.

Dia mencatat bahwa Amerika Serikat melakukan pelanggaran HAM secara sistematik dan mengambil tindakan sepihak terhadap bangsa Iran. Menurut Kani, tindakan ini bukan hanya bentuk hukuman massal terhadap sebuah bangsa, tapi merupakan gaya baru pelanggaran HAM.

Sementara itu, Ali Bagheri Kani dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis, menekankan pentingnya memberikan fasilitas kepada pasien. "Akses terhadap obat-obatan adalah hak semua orang dan pihak yang menghalangi akses ini bahkan pada masa perang, tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman," tegasnya.

Sekjen Dewan Tinggi HAM Iran juga menunjukkan foto-foto pasien anak-anak yang menderita Epidermolisis Bulosa (EB) kepada menlu Swiss, serta mengkritik kebijakan tidak manusiawi dan penerapan sanksi obat-obatan oleh sebagian negara. "Mereka tidak hanya melanggar HAM, tapi juga membunuh manusia," tandas Kani.

Penggunaan sektor pangan dan obat-obatan sebagai senjata untuk melawan warga sipil merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sebenarnya, musuh terbesar HAM dan demokrasi adalah orang-orang yang menggunakan sanksi pangan dan obat-obatan sebagai instrumen kebijakannya terhadap bangsa dan negara lain. AS adalah contoh nyata dalam kasus ini.

Ali Bagheri Kani.

Seorang dosen Universitas Ilmu Kedokteran Iran, Farahmand Rad menuturkan, "Sanksi AS menyebabkan masyarakat tidak dapat menikmati hak-hak dasarnya. Menghalangi masyarakat Iran memperoleh hak-haknya merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip HAM, yang mencakup berbagai aspek kehidupan individu."

Republik Islam Iran dalam setiap kesempatan, menyampaikan apa yang sedang terjadi dan memperingatkan tentang dampak perilaku anti-kemanusiaan yang dijalankan AS.

Masalah HAM telah menjadi korban kebijakan internasional akibat perilaku beberapa negara arogan. Perilaku ini tidak akan membantu memperbaiki situasi HAM di dunia dan justru melemahkan penegakan HAM di tingkat nasional dan internasional.

Ketua Pusat Riset di Parlemen Iran, Kazem Jalali dalam pertemuannya dengan Perwakilan PBB di Tehran, Ugochi Daniels, mengatakan bahwa sanksi sepihak AS di bidang pangan, obat-obatan, dan industri penerbangan Iran, menuntut sebuah tindakan yang lebih serius dari PBB.

Meski Iran memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang kesehatan dan medis, namun ini tidak berarti mereka akan memilih diam terhadap perilaku tidak manusiawi Amerika.

Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki mengatakan, "Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus mencegah gangguan, ancaman, dan ketidakadilan terhadap keselamatan setiap individu, yang dilakukan oleh para pengobar perang." (RM)