Zarif Sindir Pompeo: Pahami Isi Resolusi DK-PBB 2231 !
-
Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak bisa dipisahkan dengan JCPOA, oleh karena itu Pompeo harus memahami dengan baik resolusi tersebut.
Menlu Iran hari Selasa (5/5/2020) mengkritik langkah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang berupaya memperpanjang embargo senjata Iran dengan memanfaatkan Resolusi 2231, dan menyebut Amerika Serikat tidak memiliki tempat di dalamnya.
"Pompeo berpendapat Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak tergantung dengan JCPOA. Dia harus membaca kembali Resolusi tersebut," tulis Zarif di akun Twitternya.
Menurut Menlu Iran, Pompeo belum membaca secara lengkap teks resolusi 2231, oleh karena itu statemennya salah alamat.
"JCPOA adalah bagian dari resolusi 2231. Jumlah halamannya mencapai 104 lembar, itulah sebabnya dia (Pompeo) tidak membacanya! " tegas Zarif menyindir menlu AS.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo baru-baru ini mengklaim negaranya masih menjadi bagian dari Resolusi 2231, sehingga memiliki wewenang untuk meminta perpanjangan embargo senjata Iran.
Padahal, Presiden AS, Donald Trump telah mengumumkan AS keluar dari perjanjian nuklir JCPOA pada 8 Mei 2018.
Embargo senjata Dewan Keamanan PBB terhadap Iran diberlakukan sejak 2006 untuk melarang penjualan senjata ke Iran dan ekspor senjata dari negara ini.
Setelah tercapai perjanjian JCPOA dan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi status sipil program nuklir Iran, sanksi senjata tersebut akan berakhir pada 18 Oktober 2020.(PH)