Mousavi: Bagi Iran tak ada Toleransi soal Pertahanan
-
Sayid Abbas Mousavi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung usulan Troika Eropa terkait perpanjangan embargo senjata Iran hingga tahun 2023. Menurutnya, Republik Islam Iran tidak akan bertoleransi dengan siapapun terkait kemampuan pertahanannya.
Sayid Abbas Mousavi, Senin (29/6/2020) menuturkan, berlanjutnya embargo senjata Iran bertentangan dengan isi resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, dan dampaknya harus ditanggung oleh negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Ia menambahkan, interaksi Eropa dan Amerika berhubungan dengan mereka sendiri, tapi Iran tidak akan mundur dalam membela haknya, meski pendekatan Eropa dan Amerika yang selalu menakuti masyarakat itu, terus berlanjut.
Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, Tehran sudah menyusun sejumlah langkah khusus yang akan menjadi tolok ukur pengambilan keputusan, namun negara ini percaya rasionalitas harus ada sehingga bisa mencapai tujuan tersebut.
"Di saat sejumlah kelompok dimasukkan ke daftar organisasi teroris negara-negara Eropa, tiba-tiba sejumlah dari mereka keluar dari daftar itu, dan menjadi kelompok biasa," imbuhnya.
Mousavi menegaskan, Iran berulangkali memperingatkan negara-negara Eropa tentang sejumlah teroris kakap yang bersembunyi di wilayahnya.
Sehubungan dengan transformasi terbaru di Amerika, Mousavi menerangkan, masalah dalam negeri Amerika tidak penting bagi Iran, namun dari sisi kemanusiaan, dan hak asasi manusia, perkembangan di Amerika penting bagi rakyat Iran. (HS)