Bagheri: UEA Harus Pertimbangkan Kembali Hubungannya dengan Rezim Zionis
-
Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Iran mengatakan, "Uni Emirat Arab harus mempertimbangkan kembali hubungannya dengan rezim Zionis dan tidak melanjutkan jalur yang merugikan keamanan kawasan."
Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, pada hari Minggu (16/08/2020) dalam pertemuan "Komandan Angkatan Bersenjata dan Manajer Media Nasional" di Tehran, mengacu pada perkembangan terbaru di wilayah tersebut dan kesepakatan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv untuk menormalkan hubungan menjelaskan, "Hari ini, pada saat semua orang bebas di dunia mengungkapkan kebencian dan menghindari membangun hubungan dan persahabatan dengan rezim Zionis, salah satu tetangga Republik Islam tanpa malu-malu menyatakan hubungannya dengan rezim pembunuhan anak, yang sangat disayangkan."
Jenderal Bagheri menyatakan bahwa rezim Zionis, tanpa memperhatikan nilai-nilai agama Yahudi, tidak menghindar dari penindasan di dunia Islam dan bahkan dengan rakyatnya sendiri.
"Bagi Uni Emirat Arab, sebagai negara Arab dan Muslim, hubungan seperti itu sama sekali tidak dapat diterima untuk membangun hubungan politik dan ekonomi dengan rezim yang menodai kiblat Muslim pertama, yang menggusur dan membunuh rakyat Palestina, dan untuk mengumumkannya di depan umum," ungkap Mayjen Bagheri.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menekankan bahwa pendekatan Republik Islam ke UEA pasti akan berubah secara fundamental, seraya menambahkan, "Jika sesuatu terjadi di kawasan Teluk Persia dan keamanan nasional Republik Islam bermasalah, sekalipun sedikit, maka Angkatan Bersenjata Iran akan melihatnya melalui UEA dan tidak akan mentolerir."