Bahas Nasib JCPOA, Zarif Kontak Sejawatnya dari Prancis
-
Zarif-Le Drian
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dan sejawatnya dari Prancis, Jean-Yves Le Drian Senin (24/8/2020) malam menggelar dialog via telepon membahas hubungan bilateral, JCPOA dan transformasi Lebanon.
Menurut laporan IRNA, Zarif dan Le Drian di kontak telepon membahas isu-isu hubungan bilateral, transformasi terbaru JCPOA serta kondisi Lebanon menyusul insiden ledakan di pelabuhan Beirut.
Presiden Iran Hassan Rouhani dan sejawatnya dari Prancis, Emmanuel Macron hari Rabu (12 Agustus 2020) juga mengadakan pembicaraan via telepon membahas kondisi Lebanon pasca insiden ledakan Beirut, JCPOA dan INSTEX.
Selama dialog ini, Rouhani seraya menekankan bahwa langkah Amerika senantiasa berusaha menghancurkan JCPOA mengatakan, Eropa jangan sampai terpengaruh Amerika dan jatuh ke dalam perangkap Washington.
Seraya mengisyaratkan langkah ilegal dan tak manusiawi AS menjatuhkan sanksi terhadap Tehran meski di masa pandemi Corona, Rouhani menegaskan pentingnya langkah Eropa mengaktifkan hubungan ekonomi dengan Iran serta kerja sama dalam memberantas wabah Corona.
Lebih lanjut presiden Iran menyinggung kondisi krisis Lebanon akibat ledakan di pelabuhan Beirut dan mengatakan, Lebanon membutuhkan persatuan lebih besar antara faksi politik dan seluruh pihak harus membantu menciptakan persatuan ini.
Sementara itu, presiden Prancis seraya menekankan pentingnya menjaga JCPOA mengatakan, visi Prancis dengan Amerika terkait perpanjangan sanksi senjata Iran sepenuhnya berbeda dan masalah ini telah dikonfirmasikan kepada AS secara jelas.
"Prancis tengah melakukan langkah-langkah untuk lebih mengaktifkan sistem finansial Eropa dengan Iran," ungkap Macron.
Presiden Prancis lebih lanjut menyinggung kondisi Lebanon dan kunjungannya ke negara ini serta meminta bantuan Iran untuk menyelesaikan krisis politik Lebanon dan mengundang Tehran untuk berpartisipasi di kelompok aksi internasional guna menyelesaikan krisis Lebanon. Permintaan Macron tersebut mendapat apresiasi dari Hassan Rouhani. (MF)