Peringatan 17 Shahrivar, Rakyat Iran Bangkit Melawan Diktator Pahlavi
-
Peringatan kebangkitan 17 Shahrivar
Hari ini (Senin, 07/09/2020) adalah peringatan kebangkitan 17 Shahrivar 1357 (8 September 1978) dan pembantaian rakyat revolusioner Iran oleh agen-agen rezim Pahlavi.
Peristiwa 17 Shahrivar 1357 HS (8 September 1978), yang dikenal sebagai "Hari Jumat Berdarah Tehran", dalam sumber-sumber sejarah dikenal sebagai "Pembantaian 17 Shahrivar", merupakan peristiwa pada masa pembentukan Revolusi Islam Iran dan pada akhirnya membuka jalan bagi jatuhnya rezim diktator Pahlavi pada tahun 1979.
Pembunuhan ratusan orang tak berdaya di Tehran pada 17 Shahrivar 1357 oleh pasukan keamanan rezim Pahlavi di Bundaran Shohada Tehran (sebelumnya Zaleh) meningkatkan kebencian rakyat terhadap rezim ini dan protes serta pemogokan pegawai pemerintah semakin menyebar.
Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, setelah tragedi 17 Shahrivar, dalam dua pesan, sambil menyampaikan belasungkawa kepada rakyat pejuang Iran, menjanjikan kemenangan kepada mereka.
Pembantaian rakyat Tehran pada 17 Shahrivar dan kelanjutan kondisi darurat militer, mengguncang kohesi dan kemauan tentara rezim Pahlavi, dan sebaliknya, membuat kehendak rakyat Iran semakin teguh untuk melengserkan rezim Pahlavi. Akhirnya, dengan berlanjutnya perjuangan rakyat Iran menuntut kebenaran, rezim Pahlavi jatuh sekitar lima bulan setelah kebangkitan bersejarah 17 Shahrivar 1357 HS.
Peringatan kebangkitan 17 Shahrivar diadakan setiap tahun di Iran dengan mengenang para syahid Revolusi Islam Iran.