Rahbar Menekankan Hukuman Definitif bagi Pelaku Serangan Teroris
https://parstoday.ir/id/news/iran-i87737-rahbar_menekankan_hukuman_definitif_bagi_pelaku_serangan_teroris
Aksi teroris pada Jumat (27/11/2020) malam yang menyebabkan kesyahidan Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir dan pertahanan Iran, sekali lagi menunjukkan bahwa musuh-musuh Iran berencana untuk menyerang keamanan, dan fondasi pengetahuan dan sains, yang merupakan fondasi kekuatan bangsa Iran, dan menjadi prioritas tujuan kriminal mereka.
(last modified 2025-12-14T09:52:47+00:00 )
Nov 29, 2020 10:13 Asia/Jakarta

Aksi teroris pada Jumat (27/11/2020) malam yang menyebabkan kesyahidan Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir dan pertahanan Iran, sekali lagi menunjukkan bahwa musuh-musuh Iran berencana untuk menyerang keamanan, dan fondasi pengetahuan dan sains, yang merupakan fondasi kekuatan bangsa Iran, dan menjadi prioritas tujuan kriminal mereka.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, pada hari Sabtu (28/11/2020) mengirim pesan ucapan selamat dan belasungkawa atas kesyahidan dan kehilangan Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir dan pertahanan Iran terkemuka, dan menekankan perlunya menghukum para pelaku kejahatan ini dan kebutuhan untuk melanjutkan upaya ilmiah dan teknis syahid ini.

Dr. Mohsen Fakhrizadeh

"Ilmuwan unggul, dan terkemuka nuklir dan pertahanan Iran, Dr. Mohsen Fakhrizadeh gugur syahid diteror para penjahat bayaran, dan keji. Tokoh ilmu luar biasa ini telah mengorbankan jiwa mulianya di jalan Tuhan, dalam kerja-kerja keilmuan yang besar, dan abadi. Ia mendapatkan derajat tinggi kesyahidan, sebagai ganjaran Tuhan," ungkap Rahbar.

Para musuh Iran dalam beberapa tahun terakhir menggunakan berbagai pilihan berupa rencana dan strategi penangkalan politik dan ekonomi, juga menciptakan ketidakamanan dan sabotase dalam kegiatan ilmiah Iran dan proyek nuklir damai, termasuk di Natanz, yang berada di bawah pengawasan penuh Badan Energi Atom Internasional. Mereka berusaha keras untuk memaksa Iran menyerah. Tapi bagaimana pun, bangsa Iran menunjukkan di semua bidang bahwa ia layak maju dan memiliki kekuatan yang nyata.

Aksi teror terhadap syahid Fakhrizadeh, seorang ilmuan nuklir dan pertahanan Iran terkemuka, menggambarkan fakta bahwa musuh-musuh Republik Islam Iran, yang tidak mencapai tujuan mereka dengan tekanan ekonomi maksimum, telah menggunakan tekanan keamanan maksimum sejak tahun lalu setelah teror Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Tentu saja, penciptaan krisis teror oleh organisasi dan pemerintah teroris bukan sesuatu yang baru dan pernah terjadi sebelumnya. Para syahid Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan, Masoud Alimohammadi dan Dariush Rezainejad termasuk di antara para ilmuwan nuklir Iran yang menjadi syahid oleh unsur-unsur teroris. Pembunuhan dan upaya untuk merampas pengetahuan nuklir Iran dan tekanan maksimum sanksi yang melumpuhkan menunjukkan fakta bahwa musuh di setiap waktu dan tempat berusaha untuk melemahkan Iran dan terus melakukannya.

Faktanya adalah bahwa mereka tidak menahan diri dari setiap upaya untuk menyerang Iran. Beberapa bukti menunjukkan bahwa pejabat AS, yang melihat keinginan mereka untuk membawa Iran ke meja perundingan gagal, berencana untuk menciptakan kontroversi baru pada saat ini. Dalam hal ini, Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengirim surat kepada Dewan Keamanan pada hari Jumat (27/11) untuk memperingatkan tindakan sembrono Amerika Serikat dan rezim Zionis, terutama selama sisa periode kepresidenan Donald Trump.

Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa

Gerakan terorisme yang notabene menunjukkan ketakutan musuh-musuh akan kekuatan pencegahan Iran di bidang pertahanan, ternyata tidak dapat mencegah kelanjutan kemajuan ilmu pengetahuan dan kekuatan pertahanan Iran. Syahid Fakhrizadeh, yang menjadi sumber dari banyak layanan selama hidupnya yang diberkahi, mampu membawa kemampuan pertahanan negara ke tingkat pencegahan yang dapat diterima. Seperti yang ditekankan dalam pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam, jalan yang dimulai oleh para syuhada Fakhri Zadeh tidak akan pernah berhenti dan kejahatan teroris ini pasti dibalas.(SL)