Pakar Malaysia: Serangan ke Suriah Perkuat Teroris
-
Professor Azmi Hassan
Analis hubungan internasional dan dosen ilmu politik Malaysia meyakini bahwa serangan Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah akan menyebabkan menguatnya teroris yang diperangi militer Suriah dalam beberapa tahun lalu.
Professor Azmi Hassan mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan IRNA pada hari Rabu (18/4/2018). Dia mengatakan, setelah melontarkan klaim serangan kimia, AS tampaknya meluncurkan serangan militer ke Suriah dengan dalih "menghukum militer negara ini."
Ketika ditanya apa alasan utama dari serangan AS dan sekutunya ke Suriah, pakar geostrategis Malaysia itu menuturkan, ini tidaklah sederhana jika kita ingin mempertimbangkan alasan tertentu dari serangan interventif ini, namun jelas bahwa tindakan militer terhadap Suriah dilakukan untuk mengguncang negara ini.
Dosen Universiti Teknologi Malaysia (UTM) itu lebih lanjut menjelaskan, dalam hukum internasional, segala bentuk serangan militer ke militer sebuah negara berdaulat adalah ilegal, kecuali mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB.
Di bagian lain penjelasannya, Professor Azmi menyinggung dampak serangan militer AS dan sekutunya dan peringatan Rusia untuk menghadapinya.
"Sejarah menunjukkan bahwa perseteruan dua kekuatan besar di arena internasional selalu berbahaya bagi keamanan dunia," ujarnya.
Dia mekankan pentingnya upaya Rusia, Iran dan Turki untuk mencapai perdamaian di Suriah, dan menandaskan, negara-negara ini harus lebih kuat dari sebelumnya untuk menindaklanjuti proses tersebut.
Suriah sejak sekitar delapan tahun lalu menghadapi krisis keamanan menyusul masuknya berbagai kelompok teroris yang didukung AS, Barat dan sekutunya di kawasan.
Militer AS, Inggris dan Perancis melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah pada Sabtu dini hari, 14 April 2018. Serangan ini menarget sejumlah posisi di Suriah dengan melibatkan rudal jelajah, Tomahawk. Unit pertahaan udara militer Suriah berhasil menembak jatuh 71 rudal dari 103 rudal yang ditembakkan AS. (RA)