Iran Aktualita 14 Oktober 2018
https://parstoday.ir/id/news/other-i63037-iran_aktualita_14_oktober_2018
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan kepala eksekutif, legislatif, dan yudikatif, Pengadilan Banding Roma tolak sita aset Iran, pidato ketua parlemen Iran di Forum Uni Ekonomi Eurasia, Iran akan meningkatkan kerja sama ilmiah di tingkat internasional, dan Wapres Iran sampaikan ucapan selamat atas prestasi atlet di Asia Para Games Jakarta.
(last modified 2026-04-27T10:18:50+00:00 )
Okt 14, 2018 10:29 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Rahbar dengan para pemimpin lembaga tinggi negara di Tehran.
    Pertemuan Rahbar dengan para pemimpin lembaga tinggi negara di Tehran.

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan kepala eksekutif, legislatif, dan yudikatif, Pengadilan Banding Roma tolak sita aset Iran, pidato ketua parlemen Iran di Forum Uni Ekonomi Eurasia, Iran akan meningkatkan kerja sama ilmiah di tingkat internasional, dan Wapres Iran sampaikan ucapan selamat atas prestasi atlet di Asia Para Games Jakarta.

Rahbar Tekankan Upaya Serius Selesaikan Masalah Ekonomi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada Rabu (10/10/2018) malam, bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Ali Larijani, dan Ketua Mahkamah Agung Ayatullah Sadegh Amoli Larijani di Tehran.

Rahbar membagi masalah ekonomi Iran menjadi "tantangan internal dan struktur ekonomi negara" dan "persoalan yang berakar dari sanksi kejam Amerika Serikat." "Pilihlah pendekatan yang bijak untuk melawan setiap masalah tersebut sehingga bisa menyelesaikan persoalan masyarakat secara permanen dan membuat musuh kecewa tentang efektivitas sanksi," tambahnya.

Ayatullah Khamenei menyarankan para anggota Dewan Tinggi Koordinasi Ekonomi Iran untuk mengambil keputusan tegas dan praktis guna memecahkan masalah penting ekonomi negara. "Kalian perlu membuat keputusan serius dan praktis untuk memecahkan masalah ekonomi seperti, masalah sistem perbankan, likuiditas, lapangan kerja, kenaikan inflasi, dan proses penganggaran," tegasnya.

Beliau mendorong sinergi dan kerja sama antar lembaga negara dan menandaskan bahwa tidak ada kebuntuan atau masalah yang tidak dapat diselesaikan di Iran. Dengan menggunakan kapasitas pemuda yang luar biasa, semua masalah dapat diselesaikan.

Sistem Republik Islam telah membuktikan kemampuannya selama masa-masa sulit seperti delapan tahun perang yang dipaksakan dalam melawan front besar musuh dan berhasil mengatasi semua masalah. Selama 40 tahun terakhir, Iran selalu melakukan perlawanan terhadap konspirasi musuh yang merongrong sistem negara. Bangsa Iran tidak pernah merasa lemah atau menyerah dalam menghadapi konspirasi dan petualangan musuh.

"Hari ini pemerintahan Islam menghadapi sebuah perang ekonomi skala penuh, yang diarahkan dari sebuah ruang komando dengan ketelitian dan siaga penuh," kata Ayatullah Khamenei.

Setelah keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada 8 Mei lalu, pemerintah AS memberikan tenggat waktu kepada negara-negara lain untuk meninggalkan pasar Iran sebelum mulai kembali penerapan sanksi. Tahap pertama sanksi ilegal AS terhadap Iran mulai berlaku sejak 7 Agustus 2018. Sanksi ini menyasar industri otomotif, transaksi emas, dan logam mulia serta rial Iran. Sementara sanksi perbankan dan minyak akan dilaksanakan pada 5 November mendatang.

Pengadilan Italia Tolak Sita Aset Bank Sentral Iran

Pekan lalu, pengadilan banding Roma, Italia menolak permintaan AS untuk menyita aset Iran senilai 5 miliar dolar. Kepala Pusat Urusan Hukum Internasional Kantor Kepresidenan Iran, Mohsen Mohebi mengatakan Pengadilan Banding Roma menolak menyita aset Iran senilai 5 miliar dolar atas permintaan AS sebagai bagian dari sanksi ilegal terhadap Tehran.

"Perintah pengadilan AS dibatalkan melalui upaya terus-menerus oleh tim pengacara Bank Sentral Iran (CBI). Italia pada Juni 2018 menerima gugatan sejumlah warga Amerika dan mengeluarkan putusan untuk membekukan sementara seluruh aset Bank Sentral Iran di Italia. Namun, perintah ini telah dibatalkan oleh pengadilan banding," tegasnya.

Para penggugat tersebut menyalahkan Iran atas insiden pengeboman barak pasukan Angkatan Laut AS di Beirut, Lebanon pada tahun 1983.

Mengenai gugatan Iran atas AS soal penggunaan secara ilegal 2 miliar dolar aset Iran yang dibekukan di negara itu, Mohebi menjelaskan, pembelaan Amerika yang dilakukan dengan menuduh Iran mendukung terorisme, sama sekali tidak punya landasan hukum dan tidak pernah terbukti.

Pidato Ketua Parlemen Iran di Forum Uni Ekonomi Eurasia

Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani pada Selasa (9/10/2018) menghadiri sidang antar parlemen ke-3 anggota Uni Ekonomi Eurasia di kota Antalya, Turki. Pertemuan itu dihadiri oleh para pejabat parlemen dari 17 negara Asia dan Eropa.

Larijani mengatakan masalah global saat ini adalah hasil dari unilateralisme Amerika dan menyerukan persatuan negara-negara melawan pendekatan ultra yudisial dan unilateral Washington.

"Amerika dan rezim Zionis Israel adalah pemicu keruntuhan keamanan global dan langkah-langkah unilateral AS dalam menangani persoalan dunia telah menciptakan tantangan luas bagi komunitas internasional," tambahnya.

Contoh nyata dari unilateral AS, kata Larijani, adalah penarikan sepihak negara itu dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), keputusan ilegal pemerintahan Trump tentang isu Palestina dan pengumuman ibukota rezim Zionis, penarikan AS dari Perjanjian Iklim Paris, dan perang dagang.

Menurutnya, arogansi, tindakan sepihak, dan langkah ilegal pemerintah AS keluar dari JCPOA dan pengembalian sanksi kejam terhadap Iran adalah alarm tanda bahaya dari munculnya kembali unilateralisme dalam urusan internasional.

"Republik Islam Iran menekankan bahwa karena tantangan tersebut, Parlemen Eurasia perlu meningkatkan kerja sama untuk melawan unilateralisme Amerika," tegas Larijani.

Iran Tingkatkan Kerjasama Ilmiah di Tingkat Internasional

Menteri Riset, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iran, Mansour Gholami mengatakan, peningkatan kerja sama ilmiah internasional akan mengurangi kekhawatiran politik negara-negara. "Kerja sama seperti ini akan menghasilkan transfer pengalaman," kata Gholami dalam pertemuan dengan para mahasiswa Iran yang tinggal di Tokyo, Jepang pada 10 Oktober lalu.

"Melaksanakan proyek-proyek ilmiah bersama dengan Jepang akan mendorong Tehran dan Tokyo untuk bekerja sama lebih lanjut," tambahnya.

Glolami berada di Jepang untuk menghadiri pertemuan tahunan ke-15 Forum Sains dan Teknologi Kyoto. Dia menyebut pelembagaan kerja sama antara Iran dan pusat-pusat penelitian internasional sangat penting karena mereka membantu mentransfer pengalaman ke negara terkait.

Dia menegaskan bahwa misi utama Kementerian Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Iran adalah untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan elit negara lain terlepas dari masalah politik. Ia menggarisbawahi prioritas kementeriannya untuk terlibat dalam kolaborasi ilmiah dan akademik internasional.

Wapres Iran Ucapkan Selamat Atas Pencapaian Atlet di Asia Para Games

Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri pada Sabtu (13/10/2018) memberi ucapan selamat kepada para atlet Iran karena telah mengukir pencapaian besar di Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Dalam pesannya, wapres Iran mengucapkan selamat kepada para atlet yang mengikuti Asia Para Games, terutama atlet perempuan yang telah mempersembahkan medali untuk Iran.

"Kemenangan perwakilan Iran di Asian Para Games adalah menyenangkan dan menjadi sumber kebanggaan. Saya menyampaikan terima kasih atas upaya semua atlet, pelatih, dan semua anggota tim teknis kontigen olahraga Iran," ujar Jahangiri.

Asian Para Games Jakarta berakhir pada hari Sabtu dan skuad Iran menduduki peringkat ke-3 dengan 51 medali emas, 42 perak, dan 43 perunggu. (RM)