Dinamika Asia Tenggara, 14 Maret 2020
-
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Dinamika Asia Tenggara selama beberapa hari terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai lonjakan penyebaran virus corona di Indonesia.
Selain itu, prediksi BIN mengenai puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia pada bulan Mei, kabinet perikatan nasional dilantik raja Malaysia, dan Presiden Filipina instruksikan isolasi Manila demi mencegah menyebaran virus corona.

Penyebaran Covid-19 di Indonesia Meningkat, WHO Surati Jokowi
Jumlah kasus orang yang teridentifikasi positif virus corona di wilayah Indonesia terus bertambah.
Juru bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3/2020) mengatakan ada penambahan kasus baru sebanyak 35 orang. Dengan demikian jumlah total ada 69 orang di Indonesia yang positif Corona. Dari jumlah tersebut dua di antaranya masih bayi.
Pada Jumat (13/3/2020), Achmad Yurianto juga menyebutkan ada tambahan tiga pasien Covid-19 yang meninggal dunia hingga total ada 4 pasien meninggal.
Menyikapi kondisi lonjakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Corona. WHO meminta Jokowi segera mengumumkan darurat nasional Corona.
Situs Detik hari Jumat melaporkan, surat WHO itu dikirim per 10 Maret 2020. Tedros dalam suratnya mengatakan WHO telah bekerja maksimal untuk menganalisis dan menyebarluaskan informasi tentang COVID-19. Untuk mengalahkan virus ini, setiap negara perlu mengambil langkah-langkah kuat yang dirancang untuk memperlambat penularan dan mencegah penyebaran.
Dalam surat tersebut, WHO juga memberikan lima poin tindakan-tindakan yang harus segera dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah virus terus menyebar. Pertama, meningkatkan mekanisme tanggap darurat, termasuk deklarasi darurat nasional. Kedua, mendidik dan berkomunikasi aktif dengan publik terkait risiko yang tepat dan keterlibatan masyarakat.
Ketiga, mengintensifkan penemuan kasus, pelacakan kontak, pemantauan, karantina kontak, dan isolasi kasus.
Keempat, memperluas pengawasan COVID-19 menggunakan sistem pengawasan penyakit pernapasan yang ada dan pengawasan berbasis rumah sakit.
Kelima, uji kasus yang dicurigai per definisi kasus WHO, kontak kasus yang dikonfirmasi; menguji pasien yang diidentifikasi melalui pengawasan penyakit pernapasan.
Selain itu, WHO juga secara khusus meminta Jokowi membangun laboratorium dengan kapasitas yang cukup dan memungkinkan tim mengidentifikasi kelompok penularan sehingga bisa segera diambil spesimennya. Termasuk menguji yang bukan hanya kasus dengan kontak langsung pasien positif, tetapi kepada seluruh pasien yang menderita flu parah hingga sesak napas.
Prediksi BIN: Mei, Puncak Penyebaran Covid-19 di Indonesia
Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia memprediksi masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi pada Mei mendatang.
Deputi V BIN Afini Noer mengatakan, prediksi tersebut berdasarkan hasil simulasi pemodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19.
"Kalau kami hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan pemodelan ini," ujar Afini dalam diskusi "Bersama Melawan Corona" di Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Ia menjelaskan, hasil simulasi pemodelan menyatakan bahwa masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi dalam 60-80 hari sejak kasus pertama terkonfirmasi.
Pemodelan yang dibuat pemerintah ini merujuk pada pemodelan pemerintah China dan Inggris. Afini memaparkan pemodelan dibuat berdasarkan data pasien suspected (terduga), infected (terinfeksi), dan recovered (sembuh).
Melalui hasil simulasi pemodelan ini, pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar persebaran virus corona tidak meluas.
Kabinet Perikatan Nasional dilantik Raja Malaysia
Para menteri yang tergabung dalam Kabinet Perikatan Nasional resmi diambil sumpah oleh Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Melawati di Putrajaya, Selasa. Pelantikan turut dihadiri Raja Permaisuri Agong Tuanku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah.
Pelantikan berlangsung menyusul pengumuman kabinet menteri baru oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin di Putrajaya, Senin (9/3).
Mereka yang dilantik terdiri dari 31 menteri termasuk empat menteri senior (menteri kanan) serta 37 wakil menteri.
Pelantikan dilakukan secara bergiliran tiap enam orang menteri dan wakil menteri.
Acara yang dimulai pada pukul 15.00 petang tersebut dimulai dengan lagu kebangsaan "Negaraku" yang dinyanyikan di Balairung Seri di istana tersebut.
Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin turut hadir menyaksikan acara tersebut disamping Kepala PDRM (Polisi Negara) Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Panglima Angkatan Tentara Tan Sri Affendi Buang.
Para menteri dan wakil menteri melafazkan ikrar sumpah jabatan dan taat setia sebelum menandatangani dokumen rasmi pelantikan dengan disaksikan oleh Ketua Hakim Negara Tan Sri Tengku Maimun Tuan Mat dan Kepada Sekretaris Negara Datuk Seri Mohd Zuki Ali.
Saat pelantikan para menteri dibagi lima kelompok dengan kelompok pertama terdiri tujuh orang yakni Menteri Senior dan anggota Parlemen Gombak Mohamed Azmin Ali (Menteri Perdagangan Internasional dan Industri), Wakil Presiden UMNO Datuk Seri Ismail Sabri (Menteri Pertahanan), Wakil Presiden Partai Pesaka Bumiputera Bersatu Sarawak (PBB) Fadillah Yusof (Menteri Kerja Raya) dan Menteri Pendidikan Dr Mohd Radzi Md Jidin. Setelah itu berturut-turut kelompok menteri yang lainnya.
Cegah Penyebaran Corona, Manila Diisolasi
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan untuk menghentikan semua transportasi masuk dan keluar dari Manila. Dikutip dari AFP, Duterte pun menerapkan karantina untuk menahan penyebaran virus corona yang mematikan.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Duterte juga menyetujui satu bulan penutupan sekolah, larangan pertemuan massal, dan larangan masuknya orang asing dari tempat-tempat penyebaran penyakit menular.
Sebelumnya, Duterte berencana melakukan pemeriksaan virus corona setelah tiga menteri kabinetnya mengisolasi diri lantaran menjalin kontak dengan pasien yang dinyatakan positif pada Kamis (12/3).(PH)