Iran Aktualita, 1 Agustus 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i83825-iran_aktualita_1_agustus_2020
Perkembangan di Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti pelaksanaan manuver militer Payambar 'Azam-14 oleh pasukan IRGC, pesan haji yang dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 01, 2020 14:24 Asia/Jakarta
  • Manuver militer gabungan Payambar \'Azam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
    Manuver militer gabungan Payambar \'Azam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Perkembangan di Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti pelaksanaan manuver militer Payambar 'Azam-14 oleh pasukan IRGC, pesan haji yang dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Isu lainnya yang terjadi di Republik Islam pekan ini adalah tekad Iran dan Qatar untuk meningkatkan kerja sama bilateral, dan terakhir presiden Iran dan Turki menekankan perluasan hubungan bilateral.

Manuver Militer Payambar 'Azam-14

Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan tahap akhir manuver militer gabungan Payambar 'Azam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Menurut Humas IRGC, tahap akhir manuver militer gabungan yang diikuti oleh angkatan laut dan pasukan dirgantara IRGC, dengan sandi "Ya Ali bin Abi Thalib" dimulai hari Selasa (28/7/2020) di wilayah umum Hormuzgan, selatan Selat Hormuz, dan Teluk Persia hingga ke dalam wilayah Iran, di darat, udara, laut dan luar angkasa.

Pada tahap akhir manuver ini, unit-unit rudal, kapal laut, dan drone Angkatan Laut IRGC, dan unit rudal, drone serta radar pasukan dirgantara IRGC, menjalankan operasi, dan semua skenario yang ditetapkan. Dalam manuver ini dipraktikkan operasi serangan rudal, kapal perang dan drone, operasi menyebar ranjau laut, memutus jalur kapal musuh, operasi tempur rudal oleh helikopter, dan menembakan rudal ke laut.

Untuk pertama kalinya juga dilakukan operasi pengamatan wilayah manuver menggunakan foto-foto yang dikirim satelit Noor. Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami mengatakan, pengembangan peralatan dan senjata Iran didasarkan pada sifat dengan ancaman dan pemahaman yang jelas tentang titik kekuatan dan kelemahan musuh.

"Latihan pasukan IRGC diadakan dengan tujuan untuk memastikan kekuatan perlindungan terhadap kepentingan bangsa Iran," kata Salami ketika meninjau pelaksanaan manuver militer Payambar 'Azam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz, Selasa (28/7/2020).

Dia menambahkan, kebijakan kami dalam melindungi kepentingan vital bangsa Iran bersifat defensif. Dalam artian, kami tidak akan memulai serangan terhadap negara mana pun, tetapi taktik dan operasi kami benar-benar ofensif. Komandan IRGC menjelaskan bahwa apa yang ditampilkan hari ini dalam latihan pasukan angkatan laut dan angkatan udara IRGC sepenuhnya bersifat ofensif.

"Manuver ini mensimulasikan serangan terhadap kapal-kapal musuh yang mengganggu dengan kombinasi penembakan rudal, pertempuran laut, dan operasi peletakan ranjau," pungkasnya. (RA)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Pesan Haji Rahbar

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pesan haji bertepatan dengan dimulainya pelaksanaan manasik haji tahun ini. Dalam pesannya, Rahbar menekankan persatuan umat Islam melawan agresor Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta urgensi membantu Palestina yang tertindas, bersimpati dengan orang-orang Yaman yang tertindas, dan keprihatinan terhadap umat Muslim yang tertindas di seluruh dunia.

Rahbar menyarankan para pemimpin negara-negara Muslim yang telah berteman dengan rezim Zionis demi keuntungan pribadinya supaya mengakhiri perilaku memalukan ini.

Ayatullah Khamenei juga mengingatkan tentang kehadiran AS di kawasan Asia Barat dengan mengatakan, "Kehadiran AS di Asia Barat merugikan negara-negara kawasan dan kita tahu penyebab ketidakamanan, kehancuran, dan keterbelakangan mereka. Mengenai kondisi di Amerika Serikat saat ini dan gerakan anti-rasis di negara ini, posisi tegas kami berpihak terhadap rakyat dan mengutuk perilaku kejam pemerintahan rasis di negara ini."

Di awal pesannya, Rahbar menuturkan musim Haji, yang selalu menjadi momentum untuk merasakan martabat, kebesaran dan keagungan dunia Islam, tahun ini mengalami kesedihan dari orang-orang beriman yang merasakan perpisahan dan kerinduan yang tak terbendung.  Hati orang-orang yang merindukan Ka'bah, sambutan orang-orang yang tertinggal dari barisan peziarah bercampur dengan kerinduan dan deraian air mata.

Dengan karunia ilahi, keterpisahan ini jangka pendek dan tidak akan bertahan lama, tetapi pelajaran menghargai berkah besar haji harus tetap dipertahankan dan kita tidak boleh mengabaikannya. Rahasia kebesaran dan kekuatan umat Islam berada dalam pertemuan besar beragam orang-orang Mukmin di tempat suci Kabah dan makam Nabi Muhammad Saw serta para Imam Maksum di Baqi harus lebih terasa dan dipikirkan melebihi sebelumnya.

Di bagian lain pesannya, Ayatullah Khamenei menandaskan hari ini liberalisme dan komunisme – yang 100 tahun lalu dan 50 tahun lalu dianggap sebagai hadiah paling menonjol dari peradaban Barat – telah sepenuhnya lenyap dan kecacatannya yang tidak bisa disembuhkan, juga telah terungkap. Sistem yang didasarkan padanya adalah keruntuhan dan sistem yang didasarkan pada yang lainnya ini juga sedang mengalami krisis serius dan di ambang kehancuran. Hari ini, tidak hanya model budaya Barat – yang sejak awal muncul tanpa malu dan dengan skandal – yang menunjukkan inefisiensi dan korup, namun juga model politik dan ekonominya – yaitu demokrasi yang berporos pada uang dan kapitalisme bertingkat dan diskriminatif.

"Hari ini ada banyak elit intelektual di dunia Islam dengan bangga mempertanyakan semua klaim pengetahuan dan peradaban Barat, dan mereka juga secara eksplisit menunjukkan alternatif-alternatif Islam. Hari ini bahkan beberapa pemikir Barat, yang sebelumnya dengan bangga memperkenalkan liberalisme sebagai akhir sejarah, terpaksa menarik kembali klaim itu dan mengakui kebingungan teoretis dan praktisnya," pungkasnya.

Iran dan Qatar Tingkatkan Kerja Sama Bilateral

Presiden Republik Islam Iran menyerukan upaya untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan kerja sama antara Tehran dan Doha. Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani pada Kamis (30/7/2020), menyampaikan selamat hari raya Idul Adha kepada pemerintah dan rakyat Qatar, serta menyerukan peningkatan kerja sama dengan negara sahabat dan tetangga ini.

Presiden Republik Islam Iran juga berharap dengan upaya para pejabat kedua negara dalam Komisi Ekonomi Bersama Iran dan Qatar, kerja sama bilateral, terutama ekonomi akan semakin berkembang pesat.

Sementara itu, Emir Qatar menyampaikan selamat hari raya Idul Adha kepada pemerintah dan rakyat Iran dan mengatakan bahwa perluasan hubungan kerja sama dengan Republik Islam Iran sebagai prioritas penting bagi negaranya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Hassan Rouhani.

Presiden Iran-Turki Menekankan Perluasan Hubungan Bilateral

Presiden Republik Islam Iran dan Turki menekankan perluasan komprehensif hubungan di berbagai bidang, khususnya di sektor kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (31/7/2020), menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada pemerintah dan rakyat Turki dan berharap dua negara tetap bersama-sama untuk menghadapi penyakit Corona dan dengan kerja sama serta pertukaran pengalaman dapat melakukan upaya yang baik untuk mengontrol wabah penyakit ini.

Menyinggung sebagian masalah di kawasan, Presiden Republik Islam Iran menyampaikan harapan bahwa dengan upaya dan kerja sama semua negara-negara kawasan, stabilitas dan ketenangan akan terwujud di seluruh kawasan.

Rouhani menjelaskan bahwa hari ini Amerika Serikat tengah menerapkan berbagai sanksi yang menindas terhadap bangsa Iran seraya menekankan, "Dalam kondisi ini, negara-negara sahabat dan tetangga seperti Iran dan Turki harus memperluas hubungan dan kerja samanya lebih dari sebelumnya."

Sementara itu, Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan ini juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha dan berharap hari raya ini menyebabkan kebaikan dan berkah bagi rakyat dua negara dan semua umat Islam sedunia.

Presiden Turki mengapresiasi upaya gemilang pemerintah dan bangsa Iran dalam menghadapi wabah penyakit Corona dan menekankan pentingnya perluasan kerja sama dan alih pengalaman di bidang ini. (RM)