Transformasi Asia Barat 8 Agustus 2020
-
Ledakan Beirut
Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai ledakan besar di Beirut dan reaksi dari berbagai kalangan.
Selain itu, bantuan kemanusiaan untuk Lebanon termasuk dari Iran yang paling awal datang, Arab Saudi dan UEA rencanakan pelarian para teroris Daesh dari penjara Irak, bulan lalu sebanyak 3000 teroris menyerbu masjid Al Aqsa, Jihad Islam Palestina berhasil menembus sistem keamanan rezim Zionis, AS dan Israel mempersenjata kelompok teroris di Suriah, dan militer Yaman menembak jatuh drone AS di perbatasan Saudi.

Ledakan Besar di Beirut
Ledakan mengerikan di Beirut menimbulkan dampak besar dan konsekuensi penting bagi Lebanon. Ledakan Beirut Setidaknya memiliki tiga konsekuensi penting. Masalah pertama dari ledakan Beirut, yang paling nyata adalah banyak korban. Sejauh ini, menurut statistik terbaru, ledakan itu telah menewaskan sekitar 158 orang dan melukai lebih dari 6.000. Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah.
Selain membunuh dan melukai manusia, ledakan ini akan memiliki konsekuensi psikologis yang besar bagi warga Lebanon, karena kehilangan orang yang mereka cintai dan rekan senegaranya, maupun kehancuran sebagian besar Beirut.
Masalah kedua dari konsekuensi ledakan mengerikan ini menimbulkan persoalan serius terhadap perekonomian Lebanon. Sebelum terjadi ledakan, pemerintah Lebanon yang dipimpin Hassan Diab menghadapi tantangan ekonomi yang pelik dan berimbas terhadap keamanan nasional.
Menurut beberapa media Lebanon, arus pro-Barat di negara itu telah menarik sejumlah besar asetnya lebih dari 20 miliar dolar dalam waktu singkat yang telah menyebabkan nilai mata uang nasional Lebanon anjlok hingga 70 persen. Ledakan terbaru di Beirut menambah masalah ekonomi di Lebanon yang dihadapi pemerintah Diab.
The Guardian melaporkan, sebanyak 90 persen dari konsumsi gandum Lebanon diimpor, dan sebagian besar melalui terminal yang berada di jantung ledakan. Padahal hanya dalam beberapa bulan terakhir saja, harga pangan di Lebanon telah naik hingga 80 persen. Media Lebanon Al-Akhbar melaporkan, barang-barang yang memasuki pelabuhan Beirut menyumbang lebih dari 70 persen volume barang yang diimpor Lebanon.
Mantan Dubes Iran untuk Lebanon, Ahmad Dasmalchian mengungkapkan pandangannya mengenai ledakan yang menyebabkan kerusakan parah terhadap cadangan gandum Lebanon, dan mungkin sekitar 90 persen cadangan gandum pelabuhan hancur. Menurutnya, hal ini bisa menyebabkan masalah hidup yang serius bagi rakyat Lebanon, yang harus dipikirkan pemerintahanya. Selain itu, rekonstruksi institusi, rumah, bisnis, serta rekonstruksi pelabuhan Beirut akan membutuhkan biaya besar yang tidak mampu ditanggung oleh ekonomi Lebanon saat ini.
Konsekuensi ketiga dari ledakan Beirut di bidang politik. Pemerintah Lebanon tidak berperan dalam ledakan tersebut, dan kemungkinan kelalaian tidak ada hubungannya dengan pemerintah sama sekali. Tetapi ledakan tersebut meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Hassan Diab.
Aoun: Pelaku Ledakan Beirut Harus Dihukum Sekeras Mungkin
Presiden Lebanon dalam rapat kabinet negara ini menekankan pentingnya upaya penyelidikan segera insiden ledakan di pelabuhan Beirut hari Selasa (4/8/2020).
Michel Aoun, Rabu (5/8) seperti dikutip Sky News mengatakan, kami mendesak agar penyelidikan dilanjutkan, dan semua hal yang masih belum jelas dalam insiden ini, diungkap secepat mungkin.
Pada saat yang sama Presiden Lebanon mengapresiasi kerja keras aparat keamanan, dan petugas medis Lebanon.
"Para pelaku ledakan ini akan kami hukum sekeras-kerasnya," imbuh Aoun.
Ia menambahkan, saya meminta komite tinggi penyelamatan Lebanon untuk membersihkan semua bekas ledakan, dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Michel Aoun menegaskan, kami juga meminta negara-negara dunia untuk membantu mengobati korban luka, dan merekonstruksi kerusakan akibat ledakan di pelabuhan Beirut sesegera mungkin.
Pakar Lebanon: Israel Diuntungkan dari Ledakan Beirut
Seorang pakar ekonomi Lebanon mengatakan, pelabuhan Beirut adalah rival tangguh bagi pelabuhan Haifa di wilayah pendudukan, oleh karena itu, rezim Zionis Israel diuntungkan dari ledakan hebat di Beirut hari Selasa (4/8/2020) kemarin.
Ziad Nasr Al Din menuturkan, sejak berdirinya Lebanon, ledakan Beirut adalah bencana terbesar yang pernah terjadi di negara ini.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, Ziad Nasr Al Din menjelaskan, pelabuhan Beirut adalah jantung Lebanon, dan karena posisi geografisnya, ia memainkan peran penting dalam proyek Jalur Sutra.
Ia menambahkan, apa yang terjadi kemarin adalah pukulan besar terhadap ekonomi, dan sosial yang mungkin terjadi pada sebuah negara.
Menurut Nasr Al Din, biaya rekonstruksi pelabuhan Beirut ditaksir mencapai 500-800 juta dolar, sementara prediksi awal kerugian akibat ledakan itu adalah satu miliar dolar.
"Beberapa pakar ekonomi memperkirakan ledakan di pelabuhan Beirut adalah yang terbesar di dunia setelah bom atom Hiroshima," pungkasnya.
Menkes Lebanon: Cepatnya Bantuan Iran, Patut Diapresiasi
Menteri Kesehatan Lebanon saat meninjau rumah sakit darurat di Beirut, berterimakasih atas cepatnya bantuan Republik Islam Iran kepada Lebanon dalam musibah ini.
Hamad Hasan, Kamis (6/8) meninjau sejumlah rumah sakit darurat yang didirikan di Beirut, pasca ledakan hebat yang mengguncang pelabuhan kota itu.
Saat meninjau rumah sakit darurat Iran di kampus Universitas Lebanon di wilayah Al Hadath, Beirut, Hamad Hasan menuturkan, bantuan organisasi Bulan Sabit Merah Iran meliputi obat-obatan, peralatan medis, dan bahan makanan, dan saya berterimakasih kepada saudara-saudara saya dari Iran atas kecepatan bantuan yang mereka berikan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Mousavi, Kamis (6/8) mengabarkan pengiriman dua paket bantuan Iran ke Lebanon.
Terbongkar, Saudi dan UEA Rancang Pelarian Teroris dari Penjara Irak
Anggota parlemen Irak membongkar rencana Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkeruh situasi di provinsi Dhi Qar dengan tujuan supaya mempermudah para teroris melarikan diri dari penjara Al-Hout.
Abdul Amir Taeban, anggota parlemen Irak hari Sabtu (1/8/2020) mengatakan, Arab Saudi dan UEA berusaha menciptakan kekacauan di provinsi Dhi Qar, wilayah selatan Irak dengan menghasut protes dan kerusuhan, demi memudahkan para teroris melarikan diri dari penjara Al-Hout.
Provinsi Dhi Qar baru-baru ini dilanda unjuk rasa untuk memprotes tindakan pejabat dan pegawai departemen kelistrikan provinsi ini.
Sebelumnya, Mohammed al-Baldawi, anggota faksi al-Sadiqun di parlemen Irak mengungkapkan campur tangan Arab Saudi di Irak dengan mengirim teroris ke negara itu dan memberikan dukungan keuangan tidak langsung kepada Daesh.

Sebulan, 3000 Zionis Serbu Masjid Al-Aqsa
Pusat penelitian Palestina menyatakan lebih dari 3.000 orang pemukim Zionis memasuki Masjid Al-Aqsa secara ilegal bulan lalu.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Al-Quds, orang-orang Zionis yang memasuki Masjid Al-Aqsa pada bulan Juli mencapai 3.067 orang, termasuk tentara.
Rezim Zionis melakukan kejahatan lain terhadap orang-orang Palestina di Masjid Al-Aqsa pada bulan Juli, termasuk pengusiran orang-orang Palestina dari dalam Masjid tersebut.
Selain itu, rezim Zionis melakukan dua puluh pelanggaran terhadap nelayan Palestina di Jalur Gaza bulan lalu.
Pelanggaran itu termasuk menembak para nelayan Palestina. Selain itu, mereka juga menangkap empat nelayan Palestina, dan mengintimidasi para nelayan Palestina serta mencegah mereka untuk terus mencari ikan di laut.
Skala kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana rasis kesepakatan abad pada 28 Januari 2020.
Jihad Islam Berhasil Tembus Sistem Keamanan Rezim Zionis
Gerakan Jihad Islam Palestina mengungkapkan keberhasilannya menembus sistem keamanan rezim Zionis dalam sebuah operasi empat tahun yang dilancarkan terhadap dinas keamanan internal Israel, Shin Bet.
Keberhasilan gerakan Palestina ini diungkapkan dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan di televisi Al-Mayadeen Lebanon berjudul "Beit al-Ankabut", yang menunjukkan bagaimana Saraya al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina berhasil menginfiltrasi Shin bet dengan memanfaatkan celah keamanan rezim Zionis.
Film dokumenter ini juga menunjukkan bahwa Shin Bet tanpa sadar merekrut pejuang Jihad Islam dari Jalur Gaza sebagai mata-mata pada berbagai waktu.
"Apa yang ditunjukkan dalam film dokumenter "Rumah Laba-laba" adalah hasil kerja keras dan terus-menerus selama bertahun-tahun melawan aparat keamanan rezim Zionis dan keberhasilan menembus sistem keamanan musuh yang kuat," jelas Abu Hamza, juru bicara Saraya al-Quds.

Ini Bukti Baru AS dan Rezim Zionis Persenjatai Teroris Suriah
Media Suriah melaporkan penemuan sejumlah besar bom dan senjata di markas teroris di wilayah selatan Suriah.
Kantor berita resmi Suriah, SANA hari Rabu (5/8/2020) melaporkan, pasukan keamanan Suriah menemukan sejumlah besar senjata, ranjau dan bom buatan AS dan rezim Zionis, di wilayh selatan Suriah.
Sumber keamanan Suriah mengatakan pihaknya sedang membersihkan daerah yang dibebaskan dari cengkeraman kelompok teroris dan menemukan berbagai jenis senjata, bom dan lebih dari 180.000 peluru di markas teroris, di samping roket, granat dan RPG.
Amerika Serikat, rezim Zionis dan beberapa negara Arab di Teluk Persia telah menggelontorkan sekitar 440 miliar dolar untuk mendukung kelompok-kelompok teroris yang menyulut krisis di Suriah.
Militer Yaman Tembak Jatuh Drone AS di Perbatasan Saudi
Juru bicara angkatan bersenjata Iran mengabarkan penembakan jatuh sebuah pesawat nirawak mata-mata Amerika Serikat di perbatasan negara itu dengan Arab Saudi.
Stasiun televisi Al Masirah (2/8/2020) melaporkan, Brigjend Yahya Saree, Minggu (2/8) mengumumkan, sistem pertahanan udara militer Yaman berhasil menembak jatuh drone mata-mata Amerika, RQ-20 di zona udara wilayah Jizan dekat perbatasan Saudi.
Sebelumnya militer Yaman juga berhasil menjatuhkan drone mata-mata koalisi Saudi di Provinsi Saada, utara Yaman.
RQ-20 Puma adalah pesawat tanpa awak kecil bertenaga baterai yang diproduksi oleh AeroVironment yang berbasis di California. Misi utamanya melakukan pengawasan dan pengumpulan data intelijen menggunakan kamera elektro-optik dan inframerah.(PH)