Transformasi Asia Barat, 14 November 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i87237-transformasi_asia_barat_14_november_2020
Transformasi di Asia Barat selama sepekan terakhir diramaikan oleh berbagai isu penting seperti, sindiran sekjen Hizbullah Lebanon terhadap pemilu presiden AS, dan reaksi Palestina terhadap kunjungan menlu AS ke pemukiman Zionis.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 14, 2020 14:28 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi pejuang Hizbullah Lebanon berdiri di atas peti mati berbendera Amerika.
    Ilustrasi pejuang Hizbullah Lebanon berdiri di atas peti mati berbendera Amerika.

Transformasi di Asia Barat selama sepekan terakhir diramaikan oleh berbagai isu penting seperti, sindiran sekjen Hizbullah Lebanon terhadap pemilu presiden AS, dan reaksi Palestina terhadap kunjungan menlu AS ke pemukiman Zionis.

Isu hangat lainnya dari wilayah Asia Barat mengenai aksi balasan Yaman terhadap kejahatan Arab Saudi, dan terakhir tentang kesepakatan militer antara AS dan Saudi senilai 10 miliar dolar.

Nasrullah: Pemilu AS adalah Skandal bagi Demokrasi

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah dalam pidatonya pada Rabu (11/11/2020) malam yang menandai "Hari Kesyahidan" mengatakan, apa yang terjadi dalam pemilu presiden Amerika Serikat adalah aib bagi demokrasi negara itu.

Seperti dikutip IRNA dari al-Mayadeen, Nasrallah menyatakan bahwa hasil pemilu AS tidak akan mengubah kawasan, dan menambahkan satu-satunya prioritas yang pasti dan mutlak AS adalah untuk melindungi Israel dan mempertahankan superioritas militernya.

Seraya menjelaskan bahwa pemerintahan Trump adalah pemerintah yang paling arogan, kriminal dan kejam, Nasrullah menandaskan keuntungan dari pemerintahan Trump adalah menunjukkan wajah asli Amerika dalam pembunuhan, kerusakan, kesombongan, dan kejahatan terhadap orang-orang di dunia.

Sekjen Hizbullah menekankan bahwa kebijakan Trump tentang berbagai masalah, terutama masalah Palestina, telah gagal. "Dengan kepergian Trump, salah satu dari tiga sisi Kesepakatan Abad yang terdiri dari Netanyahu dan Bin Salman, telah gugur," katanya.

"Poros perlawanan harus siap menanggapi setiap kebodohan di pihak Amerika Serikat atau Israel," kata Sekjen Hizbullah Lebanon, seraya mencatat bahwa dari seorang seperti Trump bisa terjadi segala kemungkinan di sisa masa jabatannya.

Di bagian lain, Nasrullah mengatakan tujuan dari sanksi Hizbullah adalah untuk menekan, menghasut perlawanan, mengumpulkan informasi, dan mempekerjakan tentara bayaran. Menurutnya, "Sebagian pihak di Lebanon telah menghasut AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Gebran Bassil, (mantan Menteri Luar Negeri Lebanon dan pemimpin Gerakan Patriotik Bebas) untuk pembalasan pribadi dan politik.

Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dan PM rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu. (dok)

Palestina Mereaksi Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Zionis

Faksi-faksi Palestina menyebut kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo ke pemukiman Zionis sebagai pelanggaran hak-hak rakyat Palestina dan bangsa Arab.

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Hazem Qasem, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), dalam sebuah pernyataan pada Jumat (13/11/2020) malam, bahwa pemerintah AS telah mengejar kebijakan membuat keributan dan pemaksaan terhadap rakyat Palestina dan hak-hak nasionalnya. Ini merupakan pelanggaran hukum dan resolusi internasional dan penghinaan bagi semua negara Arab.

Qasem menekankan bahwa tindakan pemerintah AS membuktikan puncak dari kebohongan dan klaim negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis. Karena mereka mengklaim telah membatalkan rencana untuk menganeksasi Tepi Barat karena perjanjian normalisasi. Sekarang, ketika Pompeo melakukan peninjauan dari daerah-daerah pemukiman zionis, hal ini dengan sendirinya menjadi motivasi untuk menerapkan rencana kolonial ini.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh juga mengatakan kunjungan Pompeo ke pemukiman Zionis belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya, yang melegitimasi permukiman ilegal Zionis dan melanggar hukum internasional.

Sementara itu, Front Demokratik untuk Kemerdekaan Palestina (DFLP) menganggap tindakan ini sangat berbahaya, memalukan, dan mengabaikan tuntutan komunitas internasional dan hak-hak rakyat Palestina. Menurutnya, "Langkah seperti itu akan semakin mendorong rezim Zionis untuk mengembangkan pemukiman dan menerapkan rencana aneksasi Tepi Barat."

Menlu AS dijadwalkan melakukan perjalanan ke wilayah pendudukan minggu depan untuk mengunjungi pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki, meskipun ada undang-undang dan resolusi PBB yang menyebut pemukiman Zionis sebagai ilegal.

Serangan rudal Yaman.

Rudal Yaman Hantam Pertemuan Komandan Koalisi Saudi

Unit rudal militer dan komite rakyat Yaman menggempur pertemuan komandan koalisi pimpinan Arab Saudi di Marib. Fars News (13/11/2020) melaporkan, sumber media Yaman, Jumat (13/11) mengumumkan, serangan rudal balistik itu menargetkan pertemuan komandan senior pemerintah Abd Rabbuh Mansour Hadi dukungan Saudi, dan koalisi agresor di Provinsi Marib, dan semua yang menghadiri pertemuan ini tewas atau terluka.

Beberapa sumber militer Yaman mengabarkan tewasnya Menteri Pertahanan pemerintah Mansour Hadi, Mohammed Al Maqdoushi, dan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata, Shagir bin Abdulaziz. Tiga perwira tinggi Saudi bernama Ahmed Al Kaabi, Shami Mohammed Al Assiri, dan Tareq Ahmed Al Mahbashi dikabarkan terluka dalam serangan rudal Yaman ini.

Sebelum ini, juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan terhadap instalasi militer Arab Saudi, jika Riyadh masih melanjutkan agresi milisi di Yaman.

Brigjen Yahya Saree di akun Twitter-nya hari Rabu (11/11/2020) mengeluarkan ancaman terhadap Arab Saudi sebagai tanggapan atas agresi berkelanjutan koalisi pimpinan Saudi di negaranya. "Angkatan Bersenjata Yaman tidak akan ragu untuk mengambil langkah militer dalam beberapa hari mendatang," tulis Brigjen Saree.

Angkatan bersenjata Yaman telah berulangkali menargetkan bandara Saudi, Abha demi menekan Arab Saudi supaya mengakhiri kejahatan di negara tetangganya itu.

Petinggi militer AS dan Arab Saudi dalam pertemuan di Riyadh. (dok)

AS dan Saudi Tandatangani Kontrak Militer 10 Miliar Dolar

Media rezim Zionis Israel mengkonfirmasi kontrak senilai 10 miliar dolar antara Amerika dan Arab Saudi bagi pengembangan armada udara Riyadh. Menurut laporan Kanal 12 televisi Israel, Arab Saudi menjalin kontrak besar senilai 10 miliar dolar bagi pengembangan 150 jet tempur F-15 dengan AS.

"Kontrak militer Arab Saudi dengan AS mencakup pemulihan kinerja program-program yang ada, komputer canggih untuk penerbangan, pemulihan kinerja radar, peningkatan jarak terbang pesawat, meningkatkan kemampuan pengangkutan senjata, perubahan di kabin pilot serta peningkatan kemampuan perang elektronik serta peralatan canggih," kata sumber tersebut.

Sekaitan dengan ini, seorang pejabat keamanan Israel menyatakan, Tel Aviv khawatir atas kontrak 10 miliar dolar AS dan Saudi, karena kontrak ini akan memungkinkan jet tempur F-15 dari bandara Tabuk Saudi tiba di Israel hanya 15 menit. (RM)