Transformasi Asia Barat, 12 Desember 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i88164-transformasi_asia_barat_12_desember_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kerja sama negara-negara Barat dengan teroris di Suriah, dan Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 12, 2020 13:19 Asia/Jakarta
  • Aksi protes menentang normalisasi hubungan Israel di gedung parlemen di Rabat, Maroko, 18 September 2020.
    Aksi protes menentang normalisasi hubungan Israel di gedung parlemen di Rabat, Maroko, 18 September 2020.

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kerja sama negara-negara Barat dengan teroris di Suriah, dan Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Selain itu, Israel akan mengubah Bandara Kota Quds sebagai distrik Zionis, kelompok perlawanan Irak akan melanjutkan jalan Jenderal Soleimani, dan terakhir tentang aksi rezim Al Saud menghancurkan masjid Syiah di Qatif.

Deputi Menlu Suriah Ungkap Hubungan Barat dengan Teroris

Deputi Menteri Luar Negeri dan Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, menyoroti peran Barat dalam mendukung teroris dan meminta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk tidak menjadi alat politik Barat.

Bashar al-Jaafari mengangkat masalah ini pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (11/12/2020) untuk membahas kasus kimia di Suriah, seperti dilaporkan IRNA.

Dia mencatat bahwa Suriah telah memenuhi semua kewajibannya sejak bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia 2013, dan menekankan perlunya menutup dokumen senjata kimia dan menghapusnya dari lingkaran permainan politik dan informasi media yang salah.

Deputi Menlu Suriah juga meminta OPCW untuk menahan diri dari mempolitisasi substansinya di bidang teknis, yang merusak kepercayaan dan kredibilitasnya, seraya menambahkan bahwa Organisasi Pelarangan Senjata Kimia telah menjadi alat dalam permainan geopolitik yang dipimpin AS.

Wakil Tetap Suriah untuk PBB juga menyinggung skandal Belanda yang memberikan jutaan dolar kepada sekitar 22 kelompok teroris, dan mengatakan bahwa negara-negara Barat yang secara keliru mengaku prihatin terhadap rakyat Suriah dan terus mendukung dan melindungi organisasi teroris yang bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Suriah.

Dia menerangkan bahwa Belanda adalah negara Eropa kedua setelah Belgia, yang memiliki andil terbesar dalam jumlah teroris yang pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang bersama organisasi-organisasi teroris.

Teroris dukungan Barat di Suriah.

Maroko Melakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Maroko telah menyetujui untuk melakukan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel. Kesepakatan ini terjadi melalui mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 10 Desember 2020.

Maroko menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan rezim penjajah al-Quds pada tahun ini, dan juga negara keenam yang resmi memiliki hubungan dengan Tel Aviv. Sebab, Mesir dan Yordania telah menjalin hubungan diplomatik masing-masing pada 1979 dan 1994, kemudian disusul Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Sudan pada 2020.

Trump mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan Maroko dengan Israel melalui tweetnya. Dia menulis, Israel dan Kerajaan Maroko telah menyetujui hubungan diplomatik penuh, sebuah terobosan besar untuk perdamaian di Timur Tengah. Menurut keterangan Gedung Putih, Trump mengakui kedaulatan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Barat sebagai imbalan atas kesepakatan itu.

Setelah tercapainya kesepakan ini, Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel dan Maroko akan membuka kembali kantor penghubung di Tel Aviv dan Rabat yang ditutup tahun 2000. Netanyahu mengatakan, saya selalu percaya bahwa hari bersejarah ini akan tiba.

Dalam beberapa tahun terakhir, Maroko secara diam-diam mengizinkan wisatawan Israel masuk ke negara ini, dan menurut rencana, pemerintah Rabat akan mengizinkan penerbangan langsung Maroko-Israel. Pemerintah Maroko telah mengonfirmasi kesepakatan dengan rezim Zionis. Istana Maroko mengatakan bahwa Raja Mohammed VI melalui percakapan telepon dengan Trump menyetujui hubungan diplomatik dengan Israel "dengan penundaan minimal."

Pemukiman ilegal Zionis di tanah Palestina.

Israel Ubah Bandara Kota Quds sebagai Distrik Zionis

Israel berencana membangun 9.000 unit pemukiman Zionis di utara kota Quds yang akan menghapus sisa-sisa dari Bandara Internasional Quds, Palestina. “Israel berusaha membangun pemukiman baru di tanah Bandara Quds,” kata Khalil Tafakji, Direktur Departemen Kartografi di Lembaga Studi Masyarakat Arab kepada kantor berita Anadolu, Rabu (9/12/2020).

Hingga tahun 1967, Bandara Quds yang juga dikenal sebagai Bandara Qalandia, adalah satu-satunya bandara di Tepi Barat, Palestina. Ketika rezim Zionis menduduki wilayah itu, mereka membatasi penggunaan bandara hanya untuk penerbangan domestik sebelum menutup total pada tahun 2000.

Media-media Israel sebelumnya melaporkan bahwa pihak berwenang rezim Zionis Israel telah menyetujui pembangunan 9.000 unit pemukiman baru di daerah Qalandia, utara Quds. Tafakji menjelaskan bahwa rezim Zionis tanpa lelah bekerja untuk melaksanakan Proyek Quds Raya dengan tujuan mengisolasi wilayah Quds dari lingkungan warga Palestina.

Laporan lain dari Palestina menyebutkan bahwa kelompok perlawanan di Jalur Gaza, mendesak Uni Eropa untuk mengambil tindakan guna melindungi hak-hak dan keselamatan warga Palestina di penjara rezim Zionis. Hal itu disampaikan dalam sebuah rilis yang diserahkan kepada delegasi Uni Eropa yang mengunjungi Gaza pekan ini. Demikian dilansir kantor berita Anadolu, Rabu (9/12/2020).

Komite Tahanan Islam dan Pasukan Nasional Palestina mencatat bahwa ada sekitar 5.000 warga Palestina mendekam di penjara rezim Zionis, termasuk 38 wanita dan 170 anak-anak. Sebanyak 1.300 dari tahanan sakit, termasuk 80 orang yang membutuhkan perawatan medis segera.

“Sejak 1967, sekitar 226 tahanan Palestina gugur di penjara Israel, dan rezim Zionis menolak untuk menyerahkan delapan jasad tahanan kepada keluarga mereka,” kata pernyataan Komite yang diserahkan kepada delegasi Uni Eropa.

Gerakan Nujaba Irak akan Lanjutkan Jalan Jenderal Soleimani

Juru bicara Dewan Politik gerakan Al Nujaba Irak menekankan kelanjutan jalan Komandan Pasukan Quds (IRGC), syahid Letjend Qassem Soleimani, dan Wakil Komandan Hashd Al Shaabi Irak, Syahid Abu Mahdi Al Muhandis.

IRNA (11/12/2020) melaporkan, Nasr Al Shammari, dalam peringatan tahun ketiga kemenangan Irak atas kelompok teroris Daesh, menyebut kemenangan ini berkat darah suci syuhada seperti Jenderal Soleimani, Abu Mahdi Al Muhandis, para komandan operasi, veteran, dan keluarga mereka. Ia menambahkan, tidak ada seorangpun yang bisa mencuri kemenangan, dan kegemilangan Irak ini.

Dewan Politik Al Nujaba Irak juga berterimakasih atas dukungan Iran terhadap rakyat Irak dalam menghadapi serangan Daesh dukungan Amerika Serikat, dan rezim Zionis Israel.

Penghancuran Masjid Imam Husein as di kota al-Awamiyah, Arab Saudi.

Rezim Al Saud Hancurkan Masjid Syiah di Qatif

Rezim Al Saudi melanjutkan tindakan represif terhadap warga Syiah di kota Al-Awamiyah di provinsi Qatif. Situs Lebanon Al-Ahed hari Rabu (9/12/2020) melaporkan, pasukan keamanan Arab Saudi mengepung Masjid Imam Hussein tanpa peringatan sebelumnya, dan tiba-tiba menghancurkan masjid tersebut.

Masjid ini adalah tempat syahid Ayatullah Sheikh Baqir Al-Nimr menyampaikan pidato dan menjadi imam shalat berjamaah. Pemerintah Saudi menghancurkan masjid ini demi menghapus jejak ulama terkemuka Arab Saudi ini yang dihukum pancung tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Penghancuran pusat keagamaan Syiah dilakukan secara masif pada tahun-tahun setelah meletusnya gelombang protes 2011, termasuk penghancuran Husseiniyyah al-Zahra pada tahun 2017. (RM)